Yuhuuuuu....
Akhirnya saya berhasil membuat online shopping dimana sebetulnya saudah jadi impian saya dan abi sejak lama. Namanya juga masih baru, jadi utnuk sementara memang masih ngumpul-ngumpulin barang-barang yang bisa dijual (yang unik, yang nggak terlalu pasaran) di online shopping kami ini.
Sebetulnya saya dan abi mau kasih nama "Ninja BabyNKid Collection", tapi entah kenapa dari awal kayaknya ribet banget. Saya sampai harus membuat 2 account di gmail & yahoo, dua kali pula bikin account di FB, hehehe... Sampai akhirnya yang diapprove "Neena BabyNkid Shop".
Pasti ada yang bertanya kenapa harus pakai Ninja... Jadi sebetulnya saya dan abi memang ada niat buat kaos kreasi& beberapa kreasi yang lain yang akan kami beri nama "Ninja Collection". Harusnya sih bisa ngeh kenapa kami kasih nama Ninja, yup..Ninja memang singkatan dari nama kami "Nina dan Jasri".
Yah bismillah, semoga ini bisa jadi ladang rezeki baru buat kami meski awalnya tujuannya utnuk ngisi waktu luang disaat cuti melahirkan yang rencananya akan saya ambil tanggal 10 Mei, kalau dihitung waktu itu kehamilan saya hampir masuk 36 minggu. Memang masih 4 minggu dari kelahiran yang biasanya 40 minggu, tapi dengan kondisi kehamilan, pasca opname, posisi bayi yang sudah dibawah, abi sudah maksa utnuk dipercepat saja cutinya, katanya ngeri kalau dijalan naik motor, deg-degan klo ada ajlukan nggak kelihatan, belum lagi banyak kendaraan yang suka nggak sabar jalan di belakang kami (secara abi ngendarain motor alon-alon asal kelakon). Untuk kali ini saya tidak membantah, nggak bisa dipungkiri saya juga sekarang cepat merasa pegal, habis naik motor sering perut langsung tegang.
Kembali ke topik utama, so doain ya semoga online shopping kami berjalan lancar, banyak konsumennya, sapa tau bisa berenti kerja sama orang nantinya konsentrasi di bisnis sendiri...
CAIYO!!!!
Senin, 26 April 2010
Senin, 12 April 2010
3 Tahun Berlalu
Tak terasa sudah 3 tahun (12 April 2007) papa saya "pergi" meninggalkan kami selamanya di dunia ini (tapi tidak pernah hilang dari hati kami).
Alhamdulillah kondisi sudah mulai berjalan normal, tidak seperti tahun-tahun awal dimana mama kami masih suka menangis. Sekarang sih sebetulnya mama masih suka nangis kalau ingat papa, tapi paling tidak sudah jauh berkurang intensitasnya.
Sayang papa tidak sempat melihat betapa lucunya abang opal, centilnya uni syifa n betapa cantiknya n pintarnya anak kami yang InsyaAllah akan segera lahir..
Semoga papa bahagia di dunia sana ya pa..
We miss u much Pa... >_<
Kamis, 08 April 2010
OPNAME....(hikss..hikss...)
Pada saat menulis ini saya masih bedrest akibat harus dipname 3 hari di minggu lalu karena kontraksi prematur yang pernah saya bahas sebelumnya...
Yup..akhirnya saya menyerah dengan keputusan dokter untuk diopname karena kali ini kondisi sudah makin parah, kontraksi makin sering terjadi bahkan terakhir sampai sejam sekali. sebelumnya memang sakitnya luar biasa kalau habis jalan jauh, naik turun tangga, turun dari motor bahkan kalau lagi shalat perut bawah saya harus pegang karena tegangnya minta ampun.
Mau tahu rasanya kontraksi? Yang pasti sakiiiiiiittttt bangetttt!!!!
Perut bawah rasanya tegang (pernah merasakan sakit kembung yang luar biasa kalau magh kumat? mungkin rasanya kurang lebih seperti itu), rahim terasa keras jadi terkadang kalau lagi kontraksi saya merasa perut ini seperti bola yang kekencengan diisi gas. nah untuk yang kali ini sampai gerak saja sakitnya minta ampun, belum lagi ketika janin menendang keras, terkadang saya sampai teriak kecil mengaduh karena rasanya sakit sekali.
Sebetulnya saya cuma mau konsultasi ke dokter di jadwal periksa 7 bulan kemaren. Maksud hati mau minta obat pencegah kontraksi yang sudah habis. Namun setelah mendengar cerita saya dan Abi, suster dan dokter juga kaget waktu saya tiduran hendak USG perut terasa keras. Saat itu saya bilang, "wah ini sih pas lagi nggak terlalu sakit suster, biasanya jauh lebih keras dan dipegangpun sakit"
Saya melihat wajah dokter agak panik, yang biasanya dia USG sambil duduk, matanya menantap layar dan tangan memegang alat USG mengelilingi perut saya kali ini berbeda. Dokter justru berdiri sambil berhati-hati menggerak-gerakkan alat USG ke perut saya. Kalau saya agak mengerang karena sakit dokter pun mengurangi tekanannya menggerakkan alat USG. Dokter pun berkata, "wah kalau begini terus bisa terjadi pembukaan loh bu, bisa lahir prematur."
Saya pun memandang Abi dengan muka bingung-panik. Dokter pun terus memandang layar USG, "posisi bayinya sudah di bawah nih bu, harusnya kan masih diatas kalau 7 bulan. Beratnya juga masih 1,1 kg kalau harus keluar sekarang kasihan masih kecil banget. Kita opname aja ya pak, jangan sampai terjadi bukaan rahim bisa bahaya."
Huhuhu saya berusaha tenang mendengar penjelasan dokter, setelah itu saya dibantu suster turun dari tempat tidur kembali ke ruangan konsultasi. Saya berusaha merayu dokter, "Memang harus diopname dok? Nggak bisa minum obat saja?"
Dulu saya sih memang sudah pernah 2 kali diopname karena demam berdarah & magh akut, tapi kali ini kan ada bayi di dalam rahim saya. Rasanya nggak tega masih dalam kandungan sudah merasakan dimasukkan banyak obat.
Namun kali ini dokter sudah sangat tegas, "Kali ini harus bu, berarti obat yang sebelumnya kurang ampuh mencegah kontraksi. jadi mau nggak mau harus yang lewat infus dan dikasih obat penguat paru-paru kalau-kalau harus lahir prematur. Mau kapan diopname, malam ini ya?"
Hmmm... saya bingung, malam itu ponakan saya juga ternyata positif types setelah beberapa hari panasnya naik-turun. Akhirnya saya berhasil merayu dokter untuk pending opname sampai besok paginya. Untung saya alasan saya yang ingin ngomong baik2 sama orangtua biar nggak kaget n stres karena saat bersamaan ponakan juga lagi sakit types diterima dokter. Dokterpun sudah menginstruksi suster apa saja tindakan medis yang akan diberikan saya esok pagi.
Sesampai dirumah saya dan abi bingung gimana cara kasih tahu ke ibu saya, konsentrasinya sedang terpecah dengan ponakan saya yang sedang sakit. Akhirnya kami mencoba berbicara dengan abang-abang saya dulu, biar mereka saja yang pelan-pelan berbicara dengan ibu saya tentang kondisi kehamilan saya yang mengharuskan diopname. Tidak berapa lama abang saya berbicara dengan ibu kami, kemudian ibupun mengetuk kamar kami dengan muka yang panik menahan nangis sambil mengelus perut saya beliau berkata, "Kalau memang harus dirawat yaudah gpp dirawat aja. Tapi kata dokter nggak ada masalah kan?" saya pun berusaha menenangkan ibu saya dengan berkata, "gpp kok ti, cuma kontraksi aja. Biar nggak terus-terusan kontraksi harus dimasukin obat yang lebih kuat lewat infus."
Malam itu saya berusaha tidur tenang, namun tetap saja bayangan esok pagi harus diopname selalu saja hadir di benak saya. Jam 5 saya dan suami bangun, setelah shalat Shubuh kami mulai mengemas barang-barang yang kami anggap penting saja yang harus kami bawa ke RS. Abi pun menelpon teman kantornya untuk izin tidak masuk kerja, alhamdulillah diperbolehkan meski harus ambil jatah cuti tahunan tapi tak apa. Jam 7 pagi setelah kami mandi kami segera ke RS, saya pun hanya memakai daster karena saya pikir lebih nyaman ditubuh, kalau pakai piyama kadang celananya suka menekan perut apalagi sekarang rahim saya sedang kontraksi.
Sesampai di RS kami langsung disambut suster yang sudah tahu kalau kami akan datang untuk opname. Saya langsung dibimbing ke ruangan bersalin untuk dipasang infus dan disuntik obat. Masuk ke ruangan tersebut, saya dan abi langsung membayangkan 2 bulan lagi anak kami akan lahir di ruangan ini. Secara sigap, saya dipasang infus, disuntik obat pencegah kontraksi dan penguat paru-paru untuk anak kami (antisipasi terjadi pembukaan rahim dan harus segera lahir prematur). Setelah Abi mengisi form rawat inap, saya langsung dibimbing menuju ruangan kelas 2. Dan resmilah saya dirawat, huhuhu....
Hari-hari pertama rahim saya masih kontraksi, apalagi karena pakai infus mau tidak mau jadi sering pipis, dan tahu tidak kalau sudah mau pipis rasanya perut ini makin tegang. Dan begitu juga paska pipis, sering kali perut ini terasa seperti bola mengeras. Akhirnya sejak hari ke-2 saya harus pipis di tempat tidur alias pakai pispot, huhuhu sebal banget... Namun apalah daya, jalan ini harus diambil agak saya tidak terlalu banyak gerak, mengurangi kontraksi dan bisa cepat pulang.
Makanannya sih enak-enak, jangan bayangkan makanan-makanan yang di RS ya, mungkin karena namanya bumil harus banyak makan makanan yang bergizi. pagi-pagi saya sudah dapat susu coklat hangat, kemudian sarapan nasi goreng. Jam 10 jatahnya kacang hijau. Jam 11 sudah datang menu makan siang yang banyak banget lauknya n enak-enak plus buah-buahan tentunta. Jam 3-an datang cemilan, kadang roti, donat, gorengan dll. Sebelum magrib sudah datang menu makan malam yang menunya nggak kalah banyak sama makan siang. Wah ajdi nggak kebayang pasti BBku langsung naik sepulang dari sini.
Dan benar saja, setelah 3 hari saya dibolehkan pulang (karena kondisi sudah membaik, setelah diperiksa dalam tidak terjadi pembukaan rahim, saluran infus juga sudah mampet karena darah saya membeku-mungkin karena kebanyakan gerak, hehehe-) Sebelum pulang saya sempat cek BB dan naik set kg dari 3 hari lalu waktu saya cek rutin bulanan.
Meski setelah ini orang rumah jadi rewel banget nyuruh saya percepat cuti, tapi yang membuat saya agak sedih saya memang harus sangat mengurangi aktifitas, tanpa disuruh sepertinya saya juga akan tetap melakukan, karena sekarang capek sedikit, bahkab banyak jalan di dalam di rumah aja sudah terasa tegang perut ini. Saya pun harus mengikuti wejangan dari para suster biar tidak terjadi kontraksi lagi (nggak boleh bersihin puser, p*tin*g, ngelus-ngelus perut-cukup disentuh atau diraba sedikt saja-, kurangin naik-turun tangga, shalat duduk biar tidak nungging) huhuhu padahal saya paling suka mengelus perut sambil mengajak anak kami ngobrol.
Terimakasih atas ketelatenan dokter n suster2 di RB Yayayasan Rahiem, Abi-ku tersayang yang selalu setia menemani n menyemangati selama dirawat, keluarga, tetangga dan teman-teman yang selalu menyemangati. Semoga selanjutnya dirawat lagi karena sudah mau lahiran ya dek, jangan pake acara begini lagi...
I Love U Babyinside..
Rabu, 07 April 2010
Kontraksi Prematur
Membaca judulnya kalian pasti bingung maksudnya apa? awalnya saya juga bingung, tapi kenyataannya itulah yang terjadi pada kehamilan pertama saya ini. Sebetulnya sejak usia kandungan 4 bulan saya memang sering merasakan perut tegang terutama bangun dari tidur. sempat saya konsultasikan ke dokter, saat itu tidak ada tindakan apa-apa, dokter hanya menyarankan saya untuk mengurangi aktivitas dan kalau bangun tidak boleh langsung grabag-grubug, paling tidak spare waktu 15 menit-set jam utnuk diam dului baru rubah posisi miring sambil pelan-pelan bangun.
Bingung juga, mungkin emmang salah saya yang tidak bisa membatasi aktivitas, tapi serba salah juga karena meski sedang hamil kantor tidak memberikan dispensasi pengurangan beban pekerjaan, akhirnya kemana-mana saya tetap liputan yang kerap kali naik bis, padahal saya lebih memilih naik busway yang lebih manuasiawi untuk bumil loh. mungkin kadang masih naik bis umum dan naik busway pun tetap saja mengharuskan saya jalan kaki jauh utnuk melewati jembatan penyebrangan.
Belum lagi posisi ruangan di lantai 2 yang mengharuskan saya naik turun tangga, jalan sedikit jika ingin ke toilet atau shalat akhirnya di bulan ke 6 perut tegang makin sering terasa. Merasa khawatir saya kembali konsultasi ke dokter kandungan masalah ini, padahal baru 2 minggu yang lalu saya konsultasi. karena tidak tahan setelah 3 hari terakhir ini sering kram perut bawah, bahkan kali ini gerak sedikit saja, bahkan bersin langsung terasa sakit. siang itu juga saya menelpon abi sambil menangis (nggak sadar bo'..) minta abi izin pulang cepat karena saya sudah tidak tahan lagi. akhirnya hari itu kami pulang cepat dengan harapan bisa istirahat dulu di rumah sebelum malamnya konsultasi ke dokter.
Kali ini wajah dokter agak kaget dan bilang seharusnya dibulan ke-6 belum boleh seperti ini, Ini berarti kontraksi dini (kontraksi prematur). Saya pun diberi obat tambahan utnuk mencegah kontraksi yang diminum sehari 2 kali dengan aturan kalau samapai 3 hari minum obat tidak berkurang atau obat habis tidak hilang juga kontraksinya harus segera diinfus. Saya dan suamipun saling berpandangan kaget, dalam hati saya bilang "aduh nggak mau diopname!!!!"
Dokter pun memaksa saya untuk bedrest seminggu dengan harapan kontraksi ini bisa berkurang bahkan hilang. Tapi kenyataannya obatnya habis tapi perut saya masih suka tegang. Saya hanya bisa berdoa semoga kondisi ini tidak berkelanjutan. Amien...
Bingung juga, mungkin emmang salah saya yang tidak bisa membatasi aktivitas, tapi serba salah juga karena meski sedang hamil kantor tidak memberikan dispensasi pengurangan beban pekerjaan, akhirnya kemana-mana saya tetap liputan yang kerap kali naik bis, padahal saya lebih memilih naik busway yang lebih manuasiawi untuk bumil loh. mungkin kadang masih naik bis umum dan naik busway pun tetap saja mengharuskan saya jalan kaki jauh utnuk melewati jembatan penyebrangan.
Belum lagi posisi ruangan di lantai 2 yang mengharuskan saya naik turun tangga, jalan sedikit jika ingin ke toilet atau shalat akhirnya di bulan ke 6 perut tegang makin sering terasa. Merasa khawatir saya kembali konsultasi ke dokter kandungan masalah ini, padahal baru 2 minggu yang lalu saya konsultasi. karena tidak tahan setelah 3 hari terakhir ini sering kram perut bawah, bahkan kali ini gerak sedikit saja, bahkan bersin langsung terasa sakit. siang itu juga saya menelpon abi sambil menangis (nggak sadar bo'..) minta abi izin pulang cepat karena saya sudah tidak tahan lagi. akhirnya hari itu kami pulang cepat dengan harapan bisa istirahat dulu di rumah sebelum malamnya konsultasi ke dokter.
Kali ini wajah dokter agak kaget dan bilang seharusnya dibulan ke-6 belum boleh seperti ini, Ini berarti kontraksi dini (kontraksi prematur). Saya pun diberi obat tambahan utnuk mencegah kontraksi yang diminum sehari 2 kali dengan aturan kalau samapai 3 hari minum obat tidak berkurang atau obat habis tidak hilang juga kontraksinya harus segera diinfus. Saya dan suamipun saling berpandangan kaget, dalam hati saya bilang "aduh nggak mau diopname!!!!"
Dokter pun memaksa saya untuk bedrest seminggu dengan harapan kontraksi ini bisa berkurang bahkan hilang. Tapi kenyataannya obatnya habis tapi perut saya masih suka tegang. Saya hanya bisa berdoa semoga kondisi ini tidak berkelanjutan. Amien...
Senin, 01 Maret 2010
Padusi!!!!
sabtu kemarin saya ke dokter, sebetulnya sih jadwalnya masih minggu lalu. tapi berhubung batuk ini nggak sembuh-sembuh akhirnya jadwalnya saya percepat meski dengan resiko tanpa abi yang musti masuk kerja. Kebetulan mbak tyas (adiknya kakak iparku juga habis lahiran di tempat yang sama)jadi selagi nunggu dokter dateng bisa lihat dede Dafa deh...
Setelah lama nunggu, yang harusnya dokter dateng jam 10 ini baru dateng jam 12 itu juga harus nunggu yang no. awal jadinya saya baru masuk ke ruangan dokter jam set 1, gila yaaa..tapi resiko cek di hari Sabtu memang begini, makanya sebetulnya saya dan abi lebih prever cek di malam hari..
Ketemu dokter kali ini rasanya ada yang aneh, mungkin karena biasanya selalu ditemenin abi yah.. Setelah konsultasi, eng ing eng akhirnya datang saat-saat yang dinantikan yaitu USG.. Iseng aku tanyain ke dokter kelaminnya apa, dan alhamdulillah dokter bilang kemungkinan besar perempuan bu... bahagia banget plus campur kesel juga, coba ada abi disitu. di moment yang menurut saya mengharukan dimana akhirnya ketahuan kelamin anak kami eh ternyata saya hanya mendengar beritanya seorang diri, huhuhu ini kali ya rasanya wanita-wanita yang single parents..tapi tak apalah, toh abi memang sedang cari rezeki...
Alhamdulillah ya Allah, doa kami terkabulkan. Semoga anak ini sehat tanpa kurang apapun, cantik, pintar, budi pekertinya baik dan selalu membanggakan kami.
Setelah lama nunggu, yang harusnya dokter dateng jam 10 ini baru dateng jam 12 itu juga harus nunggu yang no. awal jadinya saya baru masuk ke ruangan dokter jam set 1, gila yaaa..tapi resiko cek di hari Sabtu memang begini, makanya sebetulnya saya dan abi lebih prever cek di malam hari..
Ketemu dokter kali ini rasanya ada yang aneh, mungkin karena biasanya selalu ditemenin abi yah.. Setelah konsultasi, eng ing eng akhirnya datang saat-saat yang dinantikan yaitu USG.. Iseng aku tanyain ke dokter kelaminnya apa, dan alhamdulillah dokter bilang kemungkinan besar perempuan bu... bahagia banget plus campur kesel juga, coba ada abi disitu. di moment yang menurut saya mengharukan dimana akhirnya ketahuan kelamin anak kami eh ternyata saya hanya mendengar beritanya seorang diri, huhuhu ini kali ya rasanya wanita-wanita yang single parents..tapi tak apalah, toh abi memang sedang cari rezeki...
Alhamdulillah ya Allah, doa kami terkabulkan. Semoga anak ini sehat tanpa kurang apapun, cantik, pintar, budi pekertinya baik dan selalu membanggakan kami.
Senin, 08 Februari 2010
Everybody's Changing by Keane
You say you wander your own land
But when I think about it
I don't see how you can
You're aching, you're breaking
And I can see the pain in your eyes
Says everybody's changing
And I don't know why
So little time
Try to understand that I'm
Trying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody's changing and I don't feel the same
(instrumental)
You're gone from here
Soon you will disappear
Fading into beautiful light
'cos everybody's changing
And I don't feel right
So little time
Try to understand that I'm
Trying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody's changing and I don't feel the same
(solo)
So little time
Try to understand that I'm
Trying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody's changing and I don't feel the same
But when I think about it
I don't see how you can
You're aching, you're breaking
And I can see the pain in your eyes
Says everybody's changing
And I don't know why
So little time
Try to understand that I'm
Trying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody's changing and I don't feel the same
(instrumental)
You're gone from here
Soon you will disappear
Fading into beautiful light
'cos everybody's changing
And I don't feel right
So little time
Try to understand that I'm
Trying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody's changing and I don't feel the same
(solo)
So little time
Try to understand that I'm
Trying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody's changing and I don't feel the same
Rabu, 03 Februari 2010
Homework For The Baby Inside
Minggu ini kehamilan saya sudah masuk minggu ke 22 alias bulan ke-5. Dan saat-saat yang dinantikan tiap bulan, yaitu cek kehamilan ke dokter yang tadi malam saya lakukan. Rasanya deg-degan bin senang menanti saat di SG, bisa melihat perkembangan my baby.
Sebelum bertemu dokter seperti biasa saya diperiksa tekanan darah dan berat badan, dah yipppiiieee...saya berhasil naik 2kg, senangnya minta ampun sampai-sampai saya tidak sadar di ruang tunggu saya teriak ke suami saya "yeah abi...Ade berhasil naik 2 kg" alhasil teriakan saya itu berhasil membuat semua orang di ruang tunggu memalingkan wajah mereka ke saya, malu..Tapi mau gimana lagi, meski dokter harusnya menragetkan naik 3 kg, paling tidak saya sudah berhasil menambah BB..Padahal temen2 yang hamil 5 bulan rata-rata udah naik 8 kg-an eh malah saya baru 2kg saja..Tenang, bulan de[an saya akan makan lebih banyak lagi..
Berhubung kami datang telat karena hujan, dan anehnya si dokter malah datang ontime akhirnya kami harus menunggu dilongkapin pasangan yang sebelumnya sudah datang.
Bertemu dengan dokter waktunya curhaaaatttt...semua keluhan saya sampaikan dan akhrinya saya dibekali banyak PR.
1. Masalah perut yang sering kram: menurut dokter ini kontraksi prematur (kontraksi dini), jadi saya harus kurangin kegiatan dan setiap bangun nggak boleh langsung grasak-grusuk, terutama setelah bangun tidur paling tidak nggak boleh langsung bangun minimal 15 menit-set jam.
2. Masalah gerakan bayi yang sering banget : dokter bilang anak kami aktif sekali jadi nggak heran kalau nggak pagi, siang, malam (terutama malam). Waduh anak ini mang sudah terlihat dapat turunan petakilan dari kami, ya maklumlah anak wartawan...
3. Masalah ke-white-an (disamar ya bo ditulisnya) berhubung belum tahap parah yang samapai mengental, bau dan bikin gatel.. Jadinya tidak perlu diobatin, cuma sejak saat itu setiap buang air harus pakai air matang/air mineral dan dibasuk pakai handuk kecil bukan kertas tisu..ini nih yang paling rempong, air rumah sama kantor jadi sering abis karena saya ambil setiap mau buang air, wkkk....
Berhubung si dede udah lebih besar jadinya USGnya sudah nggak akayak kemaren2 lagi, sekarang sudah harus ada 2 layar, yang satu untuk kepalanya, yang satu lagi untuk badannya..Alhamdulillah si dede sehat, dan gerakannya aktif...
Fiuh...yang pasti semenjak sering kontraksi dini, sekarang jalan saya mulai lambat, ngengkang, menahan kram di perut...Duh gimana nanti kalau udah 9 bulan ya...Banyak yang bilang kondisi seperti ini karena kembar plasenta, yaitu posisi plasenta dibawah..Kemungkinan terjadi pendarahan di kehamilan besar, berarti kemungkinan besarnya juga caesar...Huhuhu cuma bisa ngucapin lillahita'ala aja...Mudah2an kondisi ini berkurang menjelang kelahiran, supaya bisa lahir normal..Baby, please help your mommy.. ^_^
Sebelum bertemu dokter seperti biasa saya diperiksa tekanan darah dan berat badan, dah yipppiiieee...saya berhasil naik 2kg, senangnya minta ampun sampai-sampai saya tidak sadar di ruang tunggu saya teriak ke suami saya "yeah abi...Ade berhasil naik 2 kg" alhasil teriakan saya itu berhasil membuat semua orang di ruang tunggu memalingkan wajah mereka ke saya, malu..Tapi mau gimana lagi, meski dokter harusnya menragetkan naik 3 kg, paling tidak saya sudah berhasil menambah BB..Padahal temen2 yang hamil 5 bulan rata-rata udah naik 8 kg-an eh malah saya baru 2kg saja..Tenang, bulan de[an saya akan makan lebih banyak lagi..
Berhubung kami datang telat karena hujan, dan anehnya si dokter malah datang ontime akhirnya kami harus menunggu dilongkapin pasangan yang sebelumnya sudah datang.
Bertemu dengan dokter waktunya curhaaaatttt...semua keluhan saya sampaikan dan akhrinya saya dibekali banyak PR.
1. Masalah perut yang sering kram: menurut dokter ini kontraksi prematur (kontraksi dini), jadi saya harus kurangin kegiatan dan setiap bangun nggak boleh langsung grasak-grusuk, terutama setelah bangun tidur paling tidak nggak boleh langsung bangun minimal 15 menit-set jam.
2. Masalah gerakan bayi yang sering banget : dokter bilang anak kami aktif sekali jadi nggak heran kalau nggak pagi, siang, malam (terutama malam). Waduh anak ini mang sudah terlihat dapat turunan petakilan dari kami, ya maklumlah anak wartawan...
3. Masalah ke-white-an (disamar ya bo ditulisnya) berhubung belum tahap parah yang samapai mengental, bau dan bikin gatel.. Jadinya tidak perlu diobatin, cuma sejak saat itu setiap buang air harus pakai air matang/air mineral dan dibasuk pakai handuk kecil bukan kertas tisu..ini nih yang paling rempong, air rumah sama kantor jadi sering abis karena saya ambil setiap mau buang air, wkkk....
Berhubung si dede udah lebih besar jadinya USGnya sudah nggak akayak kemaren2 lagi, sekarang sudah harus ada 2 layar, yang satu untuk kepalanya, yang satu lagi untuk badannya..Alhamdulillah si dede sehat, dan gerakannya aktif...
Fiuh...yang pasti semenjak sering kontraksi dini, sekarang jalan saya mulai lambat, ngengkang, menahan kram di perut...Duh gimana nanti kalau udah 9 bulan ya...Banyak yang bilang kondisi seperti ini karena kembar plasenta, yaitu posisi plasenta dibawah..Kemungkinan terjadi pendarahan di kehamilan besar, berarti kemungkinan besarnya juga caesar...Huhuhu cuma bisa ngucapin lillahita'ala aja...Mudah2an kondisi ini berkurang menjelang kelahiran, supaya bisa lahir normal..Baby, please help your mommy.. ^_^
Kamis, 28 Januari 2010
Perkembangan Janin dalam Kandungan
*Btw bagi yang baca ini jangan protes ya... Maklum namanya juga sedang berbadan dua untuk yang pertama kalinya, akhirnya hampir tiap hari saya selalu mencari info tentang perkembangan janin di dalam kandungan. Jadi daripada capek browsing tiap hari kan lebih baik saya simpan di blog saya ini, jadi kalau penasaran bisa ngecek di blog secara tiap hari ngecek blog saya ini.*
Janin usia 8 Minggu
Seluruh organ tubuh utama bayi telah terbentuk meskipun belum berkembang sempurna. Mata dan telinga mulai terbentuk. Jantung berdetak kuat. Dengan ultrasound kita dapat melihat jantung janin berdenyut.
Janin usia 12 Minggu
Panjang janin sekarang sekitar 6,5 cm dan bobotnya sekitar 18 gram. Kepala bayi menjadi lebih bulat dan wajah telah terbentuk sepenuhnya. Jari-jari tangan dan kaki terbentuk dan kuku mulai tumbuh. Bayi mulai menggerak-gerakkan tungkai dan lengannya, tetapi ibu belum dapat merasakan gerakan-gerakan ini.
Janin usia 16 Minggu
Panjang janin sekarang sekitar 16 cm dan bobotnya sekitar 35 gram. Dengan bantuan scan, kita dapat melihat kepala dan tubuh bayi, kita juga dapat melihatnya bergerak-gerak. Ia menggerak-gerakkan seluruh tungkai dan lengannya, menendang dan menyepak. Inilah tahap paling awal di mana ibu dapat merasakan gerakan bayi. Rasanya seperti ada seekor kupu-kupu dalam perutmu. Tetapi, ibu tidak perlu khawatir jika belum dapat merasakan gerakan ini. Jika si bayi adalah anak pertama, biasanya ibu agak lebih lambat dalam merasakan gerakannya.
Janin usia 20 Minggu
Bayi masih berenang-renang dalam lautan air ketuban. Ia tumbuh dengan pesat, baik dalam bobot maupun panjangnya yang sekarang telah mencapai 25 cm, yaitu separuh dari panjangnya ketika ia dilahirkan nanti dan bobotnya sudah sekitar 340 gram. Bayi membuat gerakan-gerakan aktif yang dapat dirasakan ibu. Mungkin ibu memperhatikan ada saat-saat di mana bayi tampaknya tidur, dan saat-saat lain di mana ia melakukan banyak gerak.
Janin usia 24 Minggu
Sekarang panjang bayi sekitar 32 cm dan bobotnya 500 gram. Ibu dapat merasakan bagian-bagian tubuh bayi yang berbeda yang menyentuh dinding perutnya. Otot rahim ibu meregang dan terkadang ibu merasakan sakit di bagian perutnya.
Janin usia 30 Minggu
Kepala bayi sekarang sudah proporsional dengan tubuhnya. Ibu mungkin mengalami tekanan di bagian diafrakma dan perut. Sekarang bobot bayi sekitar 1700 gram dan panjangnya sekitar 40 cm.
Janin usia 36 Minggu
Bayi sudah hampir sepenuhnya berkembang. Sewaktu-waktu ia dapat turun ke rongga pinggul ibu. Kulit bayi sudah halus sekarang dan tubuhnya montok. Apabila ia bangun, matanya terbuka dan ia dapat membedakan antara terang dan gelap. Sekarang panjang bayi sekitar 50 cm dan bobotnya berkisar antara 2500 hingga 4500 gram.
Janin usia 37 hingga 42 Minggu
Bayi siap lahir. Ibu tidak perlu khawatir jika bayinya tidak lahir tepat pada waktu yang telah diperkirakan. Persentasenya hanya 5% bayi lahir tepat pada tanggal yang diperkirakan. Waktu yang telah lama dinanti hampir tiba dan si bayi akan segera melihat dunia. Sementara itu, rambut lanugo (= rambut badan) bayi telah lenyap meskipun mungkin masih ada yang tersisa di punggung dan dahinya. Sebagian bayi lahir agak terlalu cepat, sebagian lainnya agak sedikit terlambat, tetapi mereka sungguh lahir! Baiklah, selamat berbahagia dan bersukacita atas kelahiran si mungil di tengah-tengah kita!
sumber: http://www.indocell.net
Janin usia 8 Minggu
Seluruh organ tubuh utama bayi telah terbentuk meskipun belum berkembang sempurna. Mata dan telinga mulai terbentuk. Jantung berdetak kuat. Dengan ultrasound kita dapat melihat jantung janin berdenyut.
Janin usia 12 Minggu
Panjang janin sekarang sekitar 6,5 cm dan bobotnya sekitar 18 gram. Kepala bayi menjadi lebih bulat dan wajah telah terbentuk sepenuhnya. Jari-jari tangan dan kaki terbentuk dan kuku mulai tumbuh. Bayi mulai menggerak-gerakkan tungkai dan lengannya, tetapi ibu belum dapat merasakan gerakan-gerakan ini.
Janin usia 16 Minggu
Panjang janin sekarang sekitar 16 cm dan bobotnya sekitar 35 gram. Dengan bantuan scan, kita dapat melihat kepala dan tubuh bayi, kita juga dapat melihatnya bergerak-gerak. Ia menggerak-gerakkan seluruh tungkai dan lengannya, menendang dan menyepak. Inilah tahap paling awal di mana ibu dapat merasakan gerakan bayi. Rasanya seperti ada seekor kupu-kupu dalam perutmu. Tetapi, ibu tidak perlu khawatir jika belum dapat merasakan gerakan ini. Jika si bayi adalah anak pertama, biasanya ibu agak lebih lambat dalam merasakan gerakannya.
Janin usia 20 Minggu
Bayi masih berenang-renang dalam lautan air ketuban. Ia tumbuh dengan pesat, baik dalam bobot maupun panjangnya yang sekarang telah mencapai 25 cm, yaitu separuh dari panjangnya ketika ia dilahirkan nanti dan bobotnya sudah sekitar 340 gram. Bayi membuat gerakan-gerakan aktif yang dapat dirasakan ibu. Mungkin ibu memperhatikan ada saat-saat di mana bayi tampaknya tidur, dan saat-saat lain di mana ia melakukan banyak gerak.
Janin usia 24 Minggu
Sekarang panjang bayi sekitar 32 cm dan bobotnya 500 gram. Ibu dapat merasakan bagian-bagian tubuh bayi yang berbeda yang menyentuh dinding perutnya. Otot rahim ibu meregang dan terkadang ibu merasakan sakit di bagian perutnya.
Janin usia 30 Minggu
Kepala bayi sekarang sudah proporsional dengan tubuhnya. Ibu mungkin mengalami tekanan di bagian diafrakma dan perut. Sekarang bobot bayi sekitar 1700 gram dan panjangnya sekitar 40 cm.
Janin usia 36 Minggu
Bayi sudah hampir sepenuhnya berkembang. Sewaktu-waktu ia dapat turun ke rongga pinggul ibu. Kulit bayi sudah halus sekarang dan tubuhnya montok. Apabila ia bangun, matanya terbuka dan ia dapat membedakan antara terang dan gelap. Sekarang panjang bayi sekitar 50 cm dan bobotnya berkisar antara 2500 hingga 4500 gram.
Janin usia 37 hingga 42 Minggu
Bayi siap lahir. Ibu tidak perlu khawatir jika bayinya tidak lahir tepat pada waktu yang telah diperkirakan. Persentasenya hanya 5% bayi lahir tepat pada tanggal yang diperkirakan. Waktu yang telah lama dinanti hampir tiba dan si bayi akan segera melihat dunia. Sementara itu, rambut lanugo (= rambut badan) bayi telah lenyap meskipun mungkin masih ada yang tersisa di punggung dan dahinya. Sebagian bayi lahir agak terlalu cepat, sebagian lainnya agak sedikit terlambat, tetapi mereka sungguh lahir! Baiklah, selamat berbahagia dan bersukacita atas kelahiran si mungil di tengah-tengah kita!
sumber: http://www.indocell.net
Rabu, 27 Januari 2010
People Come And Go... part 2
(sambungan dari posting sebelumnya)
Setelah itu banyak orang datang dan pergi di kantor kami, dari Titin (yang keluar tanpa kabar), Gumai (fotografer yang bertahan cuma sebentar karena sempat bersitegang dengan Titin), Bayu (keluar karena nggak sreg dengan salah satu pimpinan kami), Esti (keluar menjelang melahirkan karena ingin menjadi ibu rumah tangga), Mas Ernawan (yang sekarang bekerja di grup Indosiar lagi tapi amsih suka jadi fotografer kontributor kita), Anin (cuma bertahan 3 bulan), satya (IT yang nggak tau keluar kenapa), Cipta (IT yang keluar karena ingin konsentrasi jadi musisi handal..yang satu ini yang paling nggak nyambung kayaknya) dan banyak supir keluar (Pak Jamal, Pak Nana, Pak Hasan).
Dan sekarang Mbak Mes yang bisa dibilang orang lama juga keluar. Sebelumnya mbak mes memang sudah sering tidak masuk, katanya sih sakit tapi entah kenapa memang susah dihubungin. Sampai-sampai saya harus mengantar pemimpin saya untuk ngedatangin ke rumahnya biar kita tahu keadaannya sekarang. Akhirnya setelah bertemu dengan HRD mbak mes yang memang sudah habis kontrak berniat untuk tidak melanjutkan kontraknya karena merasa sudah tidak kuat lagi ke kantor. Sedih melihat keadaan mbak mes sekarang, badannya semakin kurus, ternyata penyakit diabetesnya sudah menggrogoti badan sintalnya, wajahnya juga sudah tidak secerah dulu. Sepertinya banyak masalah yang dipendam.
Kini tim lama saya sudah tinggal Bu Yani saja. Ada sih Farid, tapi karena dia suka sibuk dengan side jobnya yang bejibun jadi dia memang jarang ke kantor. Sisanya tim baru yang untungnya bisa dibilang klop dibanding sebelumnya pasca tim lama berguguran.
Rani: Cewek chubby yang satu ini biangnya datang telat, kayaknya hebat banget kalau dia bisa masuk on time. Kalau ada Rani ruangan jadi rame, plus membuat kami susah ngetik. Kondisi kesehatannya (red: kalium yang suka kumat) membuatnya sering nggak masuk. Jadi kasihan, setiap habis banyak jalan pasti besoknya harus nggak masuk karena kakinya sudah digerakkan, mudah-mudahan cepet sembuh ya Ran, kasihan dedenya.
Aki: Desain grafis kami yang super kurus dan masih labil jika sedang punya masalah (yah namanya juga masih muda, hehehe). Tapi meski demikian Aki bisa dijadiin partner bergadang yang oke loh kalau lagi deadline. Jadi inget baru masuk dia sudah kena deadline gila menjelang lebaran yang membuat kita 4 hari nginep di kantor.
Herman: Cowok yang sensitif, kadang lucu kalau ngelihat dia ngambek. Tapi cowok ini prajuritnya kami, secara yang lain cewek jadinya terpaksa dia bekerja dengan cewek-cewek super bawel seperti kita. Yang pasti teman saya yang satu ini hobi banget ganti-ganti foto di facebook, sampe-sampe kita kami katain si raja alay, hehehe....
Mbak yeni: wanita yang satu ini (yang sering saya panggil tante alay) super mandiri, dia sudah terbiasa tinggal sendiri jauh dari orangtuanya semenjak ia sekolah. Mungkin karena ini juga membentuk keperibadiannya yang super cuek (tapi perhatian juga sih kadang2), nggak pedulian (tapi peduli sama kondisi saya juga kadang-kadang, wah saya nggak konsinten nih, hehe...) Yah maksudnya kalau dia dah bilang A terserah orang mau apa yang penting dia A. Hobi sehari-harinya adalah mendengar lagu yang sedang ia suka berulang-ulang sampai dia hapal liriknya (huh sampe nih kuping panas denger lagu itu-itu mulu, qiqiqi)
Dian: Awalnya anak ini cuma magang, cuma karena kantor memang lagi butuh tim kewanitaan semenjak Esti keluar, Farid sibuk kerjaan di luar dan Rani sering nggak masuk kalau penyakit kaliumnya kambuh akhirnya Dian ditarik untuk jadi karyawan disini.
Mas daru: Pria satu ini bisa dibilang gamers sejati, bisa loh dia begadang berhari-hari cuma kepengen ngumpulin chips biar bisa dijual lagi. Hebat!!!! Dia paling senang saya ajak hunting tempat jajan, dasaarrrr.....
Hmmm...4 tahun bekerja disini sudah banyak orang datang dan pergi, saya mulai terbiasa harus sedih melepas kepergian teman lama dan harus beradaptasi lagi dengan teman baru. Kira-kira saya akan keluar kapan ya? Hehehe... Yah paling tidak saya nyaman dengan tim sekarang yang bisa menerima kondisi kehamilan yang membuat tidak leluasa liputan seperti sebelum saya hamil.
luv u guys....(huaaa banyak yang GR nih baca ini)
Setelah itu banyak orang datang dan pergi di kantor kami, dari Titin (yang keluar tanpa kabar), Gumai (fotografer yang bertahan cuma sebentar karena sempat bersitegang dengan Titin), Bayu (keluar karena nggak sreg dengan salah satu pimpinan kami), Esti (keluar menjelang melahirkan karena ingin menjadi ibu rumah tangga), Mas Ernawan (yang sekarang bekerja di grup Indosiar lagi tapi amsih suka jadi fotografer kontributor kita), Anin (cuma bertahan 3 bulan), satya (IT yang nggak tau keluar kenapa), Cipta (IT yang keluar karena ingin konsentrasi jadi musisi handal..yang satu ini yang paling nggak nyambung kayaknya) dan banyak supir keluar (Pak Jamal, Pak Nana, Pak Hasan).
Dan sekarang Mbak Mes yang bisa dibilang orang lama juga keluar. Sebelumnya mbak mes memang sudah sering tidak masuk, katanya sih sakit tapi entah kenapa memang susah dihubungin. Sampai-sampai saya harus mengantar pemimpin saya untuk ngedatangin ke rumahnya biar kita tahu keadaannya sekarang. Akhirnya setelah bertemu dengan HRD mbak mes yang memang sudah habis kontrak berniat untuk tidak melanjutkan kontraknya karena merasa sudah tidak kuat lagi ke kantor. Sedih melihat keadaan mbak mes sekarang, badannya semakin kurus, ternyata penyakit diabetesnya sudah menggrogoti badan sintalnya, wajahnya juga sudah tidak secerah dulu. Sepertinya banyak masalah yang dipendam.
Kini tim lama saya sudah tinggal Bu Yani saja. Ada sih Farid, tapi karena dia suka sibuk dengan side jobnya yang bejibun jadi dia memang jarang ke kantor. Sisanya tim baru yang untungnya bisa dibilang klop dibanding sebelumnya pasca tim lama berguguran.
Rani: Cewek chubby yang satu ini biangnya datang telat, kayaknya hebat banget kalau dia bisa masuk on time. Kalau ada Rani ruangan jadi rame, plus membuat kami susah ngetik. Kondisi kesehatannya (red: kalium yang suka kumat) membuatnya sering nggak masuk. Jadi kasihan, setiap habis banyak jalan pasti besoknya harus nggak masuk karena kakinya sudah digerakkan, mudah-mudahan cepet sembuh ya Ran, kasihan dedenya.
Aki: Desain grafis kami yang super kurus dan masih labil jika sedang punya masalah (yah namanya juga masih muda, hehehe). Tapi meski demikian Aki bisa dijadiin partner bergadang yang oke loh kalau lagi deadline. Jadi inget baru masuk dia sudah kena deadline gila menjelang lebaran yang membuat kita 4 hari nginep di kantor.
Herman: Cowok yang sensitif, kadang lucu kalau ngelihat dia ngambek. Tapi cowok ini prajuritnya kami, secara yang lain cewek jadinya terpaksa dia bekerja dengan cewek-cewek super bawel seperti kita. Yang pasti teman saya yang satu ini hobi banget ganti-ganti foto di facebook, sampe-sampe kita kami katain si raja alay, hehehe....
Mbak yeni: wanita yang satu ini (yang sering saya panggil tante alay) super mandiri, dia sudah terbiasa tinggal sendiri jauh dari orangtuanya semenjak ia sekolah. Mungkin karena ini juga membentuk keperibadiannya yang super cuek (tapi perhatian juga sih kadang2), nggak pedulian (tapi peduli sama kondisi saya juga kadang-kadang, wah saya nggak konsinten nih, hehe...) Yah maksudnya kalau dia dah bilang A terserah orang mau apa yang penting dia A. Hobi sehari-harinya adalah mendengar lagu yang sedang ia suka berulang-ulang sampai dia hapal liriknya (huh sampe nih kuping panas denger lagu itu-itu mulu, qiqiqi)
Dian: Awalnya anak ini cuma magang, cuma karena kantor memang lagi butuh tim kewanitaan semenjak Esti keluar, Farid sibuk kerjaan di luar dan Rani sering nggak masuk kalau penyakit kaliumnya kambuh akhirnya Dian ditarik untuk jadi karyawan disini.
Mas daru: Pria satu ini bisa dibilang gamers sejati, bisa loh dia begadang berhari-hari cuma kepengen ngumpulin chips biar bisa dijual lagi. Hebat!!!! Dia paling senang saya ajak hunting tempat jajan, dasaarrrr.....
Hmmm...4 tahun bekerja disini sudah banyak orang datang dan pergi, saya mulai terbiasa harus sedih melepas kepergian teman lama dan harus beradaptasi lagi dengan teman baru. Kira-kira saya akan keluar kapan ya? Hehehe... Yah paling tidak saya nyaman dengan tim sekarang yang bisa menerima kondisi kehamilan yang membuat tidak leluasa liputan seperti sebelum saya hamil.
luv u guys....(huaaa banyak yang GR nih baca ini)
Selasa, 26 Januari 2010
People Come And Go... part 1
Kemarin salah satu teman saya di kantor (red: mbak mes) kembali keluar.. Sedih, kalau ingat satu persatu-satu teman-teman keluar meninggalkan saya. 4 tahun lalu kami dikumpulkan di kantor ini untuk pembentukan majalah baru di KARTINI Group.
Dulu sebetulnya saya melamar di majalah KARTINI-nya, namun karena waktu itu saya masih harus menyelesaikan urusan kelulusan saya dan wisuda akhirnya saya belum bisa masuk di waktu yang diminta. Karena saya pikir mana mungkin ada perusahaan yang mau menunggu saya sampai saya wisuda, saya sempat hopeless. Ternyata tanpa disangka tiba-tiba saya ditelpon pihak HRD (yang sekarang sudah keluar juga tapi dengan image yang jelek)kalau saya diminta untuk datang lagi ke kantor namun kali ini untuk ikut pembentukan majalah baru yang diberi nama KARTIKA (entah kenapa dari awal saya tidak setuju nama ini, hehehe...)
Waktu itu selain HRD, Pemred (bu Endang yang juga merangkap Wapemred KARTINI), saya dikumpulkan dengan calon-calon partner saya nantinya. Ada Bu Yani, Bu Astuti (alm.), Pak Adri, Mbak Mes, Pak Aid dan Mas Arif. Sebetulnya ada Mas Dudung cuma karena dari awal rapat nggak terlihat keseriusannya (datang telat, kadang datang kadang nggak, ada aja alasannya) akhirnya mas Dudung nggak jadi gabung dengan tim kami.
Setelah beberapa kali rapat pembentukan rubrikasi akhirnya bulan Maret kami mulai masuk kerja secara rutin (sebelumnya rapat seminggu sekali) waktu itu masih di Jl. Iskandar Muda Kebayoran. Baru datang layaknya pindahan ke rumah baru saya dan tim menyeting tempat duduk, Deni (Ob) juga sibuk maku sana-sini bersama Pak Aid. masih ingat waktu itu saya masih suka dipanggil Kak Nina oleh Deni, padahal secara umur dia masih jauh lebih tua dari saya. Meski tim saya waktu itu masih belum ada yang muda, tapi saya tetap semangat.
Baru sebulan kemudian datang reporter baru Moh. Jasri (yang sekarang jadi suamiku, hehe...) dan Farid (Redaktur Kewanitaan). Setelah itu baru deh berasa tim yang utuh, magabut sampai bulan Agustus karena selama itu kita masih nyetok terus sebelum Agustus resmi terbit. Meski banyak perombakan rubrikasi, tapi kami tetap semangat ngejalaninnya. Oya ada juga supir-supir rusuh (Mas Agus alias Racun dan Mas Indar). Meski mereka hanya supir tapi kami sudah biasa jalan barang sampai sekarang ber-4 (saya, Jasri, Mas Agus dan Mas Indar)
Sampai akhir 2006 kami dipindahkan ke kantor di Jl. Garuda, sebetulnya kami diberi pilihan pindah ke kantor Grand Wijaya cuma karena malas dengan birokrasi sana yang ribet akhirnya kami memilih di Garuda saja meski jauh dari peradaban, hehe...
Dan sekarang, tim-tim saya itu berguguran...
Bu Astuti: meninggal dunia April 2007 (sedih banget karena ketika beliau meninggal saya juga sedang berkabung di kampung halaman setelah beberapa hari sebelumnya mengantar Ayah saya ke peristirahatannya yang terakhir). Saya sangat respect dengan alm, karena banyak pelajaran yang saya dapatkan selama kami satu tim. Bahkan kami pernah hampir seminggu liputan bareng di Pontianak menginap di satu kamar, jadi alm. sudah seperti ibu saya sendiri.
Pak Aid: mengundurkan diri akhir 2006, setelah beberapa bulan ditinggal meninggal istrinya, menurut berita Pak Aid lebih memilih untuk berwiraswasta agar bisa dekat dengan anak-anaknya. Apalagi ada satu anaknya yang masih bayi.
Moh. Jasri: Pria yang kini sekarang menjadi pasangan hidup saya ini mengundurkan diri karena ingin konsentrasi dengan pengobatan ayahnya yang saat itu sedang sakit keras (plus ada ketidak sreg-an dengan pihak HRD, ups...).
Pak Adri:Bapak yang satu ini unik banget,kemana-mana selalu naik angkot dan kakinya sepertinya sangat kuat karena bisa jalan kaki dengan jarak yang jauh. Jadi kalau saya mau ke suatu tempat, tinggal tanya dimana dan naik bis apa langsung deh dengan sigap Pak Adri menjelaskan. Menurut info, Pak Adri dulu penulis handal loh. Sayangnya tidak lama berselang resign-nya Jasri, Pak Adri juga tidak mau melanjutkan kontraknya. Selama ini Pak Adri memang merasa dizolimi di kantor ini, ditambah lagi partner ngobrolnya (red: Jasri) sudah tidak ada.
Mas Agus: Tidak lama dari Pak Adri resign, Mas Agus juga keluar karena sudah merasa capek banget kerja disini. apalagi waktu itu harus ngantar red kewanitaan yang katanya tidak seasyik tim feature (hehe..yaiyalah...)
Mas Indar: Bapak beranak 2 ini keluar karena setelah dipindahtugaskan dari supir jadi percetakan frekuensi berkumpul dengan keluarganya sangat sedikit karena harus sering ke Ciawi.
Mas Arif: Redaktur saya yang satu ini orangnya berjiwa muda, karena dia juga saya jadi ikutan wartawan geng bandung, alias wartawan-wartawan yang sering ngeliput di wilayah bandung. Meski sudah keluar saya pun masih berhubungan baik dengannya.
Titik: Desain grafis yang satu ini sebetulnya sangat loyal dan tahan banting meski rumahnya sangat jauh (depok bo'). Tapi sayangnya setelah ibu mertuanya sakit ia harus berhenti karena anaknya tidak ada yang mengurus.
Dulu sebetulnya saya melamar di majalah KARTINI-nya, namun karena waktu itu saya masih harus menyelesaikan urusan kelulusan saya dan wisuda akhirnya saya belum bisa masuk di waktu yang diminta. Karena saya pikir mana mungkin ada perusahaan yang mau menunggu saya sampai saya wisuda, saya sempat hopeless. Ternyata tanpa disangka tiba-tiba saya ditelpon pihak HRD (yang sekarang sudah keluar juga tapi dengan image yang jelek)kalau saya diminta untuk datang lagi ke kantor namun kali ini untuk ikut pembentukan majalah baru yang diberi nama KARTIKA (entah kenapa dari awal saya tidak setuju nama ini, hehehe...)
Waktu itu selain HRD, Pemred (bu Endang yang juga merangkap Wapemred KARTINI), saya dikumpulkan dengan calon-calon partner saya nantinya. Ada Bu Yani, Bu Astuti (alm.), Pak Adri, Mbak Mes, Pak Aid dan Mas Arif. Sebetulnya ada Mas Dudung cuma karena dari awal rapat nggak terlihat keseriusannya (datang telat, kadang datang kadang nggak, ada aja alasannya) akhirnya mas Dudung nggak jadi gabung dengan tim kami.
Setelah beberapa kali rapat pembentukan rubrikasi akhirnya bulan Maret kami mulai masuk kerja secara rutin (sebelumnya rapat seminggu sekali) waktu itu masih di Jl. Iskandar Muda Kebayoran. Baru datang layaknya pindahan ke rumah baru saya dan tim menyeting tempat duduk, Deni (Ob) juga sibuk maku sana-sini bersama Pak Aid. masih ingat waktu itu saya masih suka dipanggil Kak Nina oleh Deni, padahal secara umur dia masih jauh lebih tua dari saya. Meski tim saya waktu itu masih belum ada yang muda, tapi saya tetap semangat.
Baru sebulan kemudian datang reporter baru Moh. Jasri (yang sekarang jadi suamiku, hehe...) dan Farid (Redaktur Kewanitaan). Setelah itu baru deh berasa tim yang utuh, magabut sampai bulan Agustus karena selama itu kita masih nyetok terus sebelum Agustus resmi terbit. Meski banyak perombakan rubrikasi, tapi kami tetap semangat ngejalaninnya. Oya ada juga supir-supir rusuh (Mas Agus alias Racun dan Mas Indar). Meski mereka hanya supir tapi kami sudah biasa jalan barang sampai sekarang ber-4 (saya, Jasri, Mas Agus dan Mas Indar)
Sampai akhir 2006 kami dipindahkan ke kantor di Jl. Garuda, sebetulnya kami diberi pilihan pindah ke kantor Grand Wijaya cuma karena malas dengan birokrasi sana yang ribet akhirnya kami memilih di Garuda saja meski jauh dari peradaban, hehe...
Dan sekarang, tim-tim saya itu berguguran...
Bu Astuti: meninggal dunia April 2007 (sedih banget karena ketika beliau meninggal saya juga sedang berkabung di kampung halaman setelah beberapa hari sebelumnya mengantar Ayah saya ke peristirahatannya yang terakhir). Saya sangat respect dengan alm, karena banyak pelajaran yang saya dapatkan selama kami satu tim. Bahkan kami pernah hampir seminggu liputan bareng di Pontianak menginap di satu kamar, jadi alm. sudah seperti ibu saya sendiri.
Pak Aid: mengundurkan diri akhir 2006, setelah beberapa bulan ditinggal meninggal istrinya, menurut berita Pak Aid lebih memilih untuk berwiraswasta agar bisa dekat dengan anak-anaknya. Apalagi ada satu anaknya yang masih bayi.
Moh. Jasri: Pria yang kini sekarang menjadi pasangan hidup saya ini mengundurkan diri karena ingin konsentrasi dengan pengobatan ayahnya yang saat itu sedang sakit keras (plus ada ketidak sreg-an dengan pihak HRD, ups...).
Pak Adri:Bapak yang satu ini unik banget,kemana-mana selalu naik angkot dan kakinya sepertinya sangat kuat karena bisa jalan kaki dengan jarak yang jauh. Jadi kalau saya mau ke suatu tempat, tinggal tanya dimana dan naik bis apa langsung deh dengan sigap Pak Adri menjelaskan. Menurut info, Pak Adri dulu penulis handal loh. Sayangnya tidak lama berselang resign-nya Jasri, Pak Adri juga tidak mau melanjutkan kontraknya. Selama ini Pak Adri memang merasa dizolimi di kantor ini, ditambah lagi partner ngobrolnya (red: Jasri) sudah tidak ada.
Mas Agus: Tidak lama dari Pak Adri resign, Mas Agus juga keluar karena sudah merasa capek banget kerja disini. apalagi waktu itu harus ngantar red kewanitaan yang katanya tidak seasyik tim feature (hehe..yaiyalah...)
Mas Indar: Bapak beranak 2 ini keluar karena setelah dipindahtugaskan dari supir jadi percetakan frekuensi berkumpul dengan keluarganya sangat sedikit karena harus sering ke Ciawi.
Mas Arif: Redaktur saya yang satu ini orangnya berjiwa muda, karena dia juga saya jadi ikutan wartawan geng bandung, alias wartawan-wartawan yang sering ngeliput di wilayah bandung. Meski sudah keluar saya pun masih berhubungan baik dengannya.
Titik: Desain grafis yang satu ini sebetulnya sangat loyal dan tahan banting meski rumahnya sangat jauh (depok bo'). Tapi sayangnya setelah ibu mertuanya sakit ia harus berhenti karena anaknya tidak ada yang mengurus.
Senin, 25 Januari 2010
Gotong Royong Bin Kerja Bakti
Entah kenapa akhir-akhir ini saya sering merasa begah kalau melihat yang nggak beres di sekitar saya... Terutama di rumah dan di kamar, kadang sehari saya bisa nyapu minimal 3 kali.
Dan puncaknya di weekend kemaren..Entah ini bawaan bayi, tapi saya memang merasa akhir-akhir tidak tahan melihat kamar saya yang rasanya sudah sumpek, apalagi dengan hiasan dinding yang semenjak menikah belum boleh dicopot Ibu saya..
Akhirnya dengan segala rayuan gombal dan penjelasan yang sejelas-jelasnya kalau saya sudah merasa sumpek di kamar akhirnya Sabtu kemaren saya memaksa pasangan saya untuk merubah tata letak kamar dan mecabut semua hiasan dinding. Tapi berhubung Ibu saya tetap memaksa hiasan dinding jangan dilepas semua sebelum bayi kami lahir, akhirnya kami berkompromi hiasan dindingnya dilepas namun tetap memasang hiasan bagian atas dindingnya. Toh setelah dipikir-pikir bagus juga, paling tidak kamar saya ada hiasan tapi yang tidak membuat begah.
Akhirnya sang calon Abi (begitulah rencananya pasangan saya akan dipanggil calon anak kami)dengan semangat 45 bin ngos-ngosan melepas hiasan atas, baru melepas hiasan dinding dilanjutkan memasang kembali hiasan atas dindingnya. Melihat kerja kerasnya saya semakin bangga memiliki suami yang sabar menerima keinginan istrinya yang sedang hamil ini. Lebih dari sejam pekerjaan melelahkan itu ia kerjakan, dengan sigap saya menyediakan es sirup yang dinginnya muantap buat pelepas dahaganya.
Eits jangan disangka saya hanya ongkang-ongkang kaki saja ketika suami bekerja keras. Justru pekerjaan saya sangat melelahkan (versi bumil ya). Jadi kalau si Abi beres rumah (dari nyabut hiasan dinding kamar, geser lemari dan meja rias, geser tempat TV)saya dapat tugas menyortir pakaian-pakaian lemari yang sekiranya minimal setengah tahun ke depan pasti masih belum bisa dipakai lagi (baca: kesempitan akibat tubuh yang membesar kaerna kehamilan dan kelahiran)dan amazingnya dari lemari berpintu 3 tersebut ternyata setelah disortir menghasilkan sepertiga lemari saya kosong (wah berarti sepertiga baju saya sudah harus dimuseumkan, wiiihhhh....)
Ternyata menyortir seluruh baju dan barang juga menghabiskan waktu yang nggak sedikit, paling tidak dari siang saya beres-beres baru menjelang isya selesai semuanya dan kita bisa santai tiduran di kamar kami yang "baru", hehehe... Untung kepikiran melakukan ini, paling tidak lumayan satu pintu lemari pakaian kami bisa dialokasikan untuk baju dan perlengkapan bayi kami nantinya. Lumayan bisa pending pengeluaran untuk beli lemari anak (meski pasti suatu saat akan beli juga sih..Tapi kan lumayan duitnya bisa buat yang lain dulu...yippieeee)
Malamnya saya dan pasangan saya merasa agak aneh tidur di kamar kami dengan settingan baru ini. Kalau kata si Abi, "Jadi kayak tidur di kamar orang". ya gimana nggak dulu di depan tempat tidur saya ada meja rias, posisi tv-dvd disamping tempat tidur, sekarang kamar jadi lebih luas, plus di depan tempat tidur ada tv-dvd yang membuat kami nggak harus merubah posisi tidur kalau mau nonton..Pokoknya saya suka banget dengan kamar "baru" kami ini...
Sebetulnya masih ada PR buat kami, yaitu menyiapkan kamar for our little baby. Tapi banyak yang bilang utnuk yang satu ini sebaiknya setelah 7bulan, jadi 2 bulan lagi kami baru bisa beres2 kamar itu yang rencananya disamping kamar kami. jadi ingat kamar itu dulu kamar saya, sedangkan kamar kami sekarang adalah kamar orangtua saya. diantara kamar kami ada satu pintu penghubung dimana hanya bisa dikunci dari kamar orangtua saya (alias kamar kami sekarang). Katanya sih karena dulu kalau saya lagi ngambek atau sedih saya biasa mengunci kamar dan tertidur sampai malam hari. Jadi karena takut kenapa-napa jadinya dibuat pintu itu dan sengaja nggak dibuat kunci dari kamar saya dulu.
Dan lucunya sekarang kami justru mempersiapkan kamar saya dulu utnuk menjadi kamar anak kami nantinya...Hmm posisi saya sudah terbalik sekarang. Tidak sabar jadinya menanti 2 bulan lagi, sekarang sih dah kebayang gimana enaknya lay outnya. Dah kebayang dimana posisi spring bed saya dulu yang bisa digunakan siapa aja yang mau tidur dengan anak kami nanti, dimana letak kasur ayunan buat anak kami nanti...Huuuu sabar-sabar sebentar lagiiii.....(hihihi)
Dan puncaknya di weekend kemaren..Entah ini bawaan bayi, tapi saya memang merasa akhir-akhir tidak tahan melihat kamar saya yang rasanya sudah sumpek, apalagi dengan hiasan dinding yang semenjak menikah belum boleh dicopot Ibu saya..
Akhirnya dengan segala rayuan gombal dan penjelasan yang sejelas-jelasnya kalau saya sudah merasa sumpek di kamar akhirnya Sabtu kemaren saya memaksa pasangan saya untuk merubah tata letak kamar dan mecabut semua hiasan dinding. Tapi berhubung Ibu saya tetap memaksa hiasan dinding jangan dilepas semua sebelum bayi kami lahir, akhirnya kami berkompromi hiasan dindingnya dilepas namun tetap memasang hiasan bagian atas dindingnya. Toh setelah dipikir-pikir bagus juga, paling tidak kamar saya ada hiasan tapi yang tidak membuat begah.
Akhirnya sang calon Abi (begitulah rencananya pasangan saya akan dipanggil calon anak kami)dengan semangat 45 bin ngos-ngosan melepas hiasan atas, baru melepas hiasan dinding dilanjutkan memasang kembali hiasan atas dindingnya. Melihat kerja kerasnya saya semakin bangga memiliki suami yang sabar menerima keinginan istrinya yang sedang hamil ini. Lebih dari sejam pekerjaan melelahkan itu ia kerjakan, dengan sigap saya menyediakan es sirup yang dinginnya muantap buat pelepas dahaganya.
Eits jangan disangka saya hanya ongkang-ongkang kaki saja ketika suami bekerja keras. Justru pekerjaan saya sangat melelahkan (versi bumil ya). Jadi kalau si Abi beres rumah (dari nyabut hiasan dinding kamar, geser lemari dan meja rias, geser tempat TV)saya dapat tugas menyortir pakaian-pakaian lemari yang sekiranya minimal setengah tahun ke depan pasti masih belum bisa dipakai lagi (baca: kesempitan akibat tubuh yang membesar kaerna kehamilan dan kelahiran)dan amazingnya dari lemari berpintu 3 tersebut ternyata setelah disortir menghasilkan sepertiga lemari saya kosong (wah berarti sepertiga baju saya sudah harus dimuseumkan, wiiihhhh....)
Ternyata menyortir seluruh baju dan barang juga menghabiskan waktu yang nggak sedikit, paling tidak dari siang saya beres-beres baru menjelang isya selesai semuanya dan kita bisa santai tiduran di kamar kami yang "baru", hehehe... Untung kepikiran melakukan ini, paling tidak lumayan satu pintu lemari pakaian kami bisa dialokasikan untuk baju dan perlengkapan bayi kami nantinya. Lumayan bisa pending pengeluaran untuk beli lemari anak (meski pasti suatu saat akan beli juga sih..Tapi kan lumayan duitnya bisa buat yang lain dulu...yippieeee)
Malamnya saya dan pasangan saya merasa agak aneh tidur di kamar kami dengan settingan baru ini. Kalau kata si Abi, "Jadi kayak tidur di kamar orang". ya gimana nggak dulu di depan tempat tidur saya ada meja rias, posisi tv-dvd disamping tempat tidur, sekarang kamar jadi lebih luas, plus di depan tempat tidur ada tv-dvd yang membuat kami nggak harus merubah posisi tidur kalau mau nonton..Pokoknya saya suka banget dengan kamar "baru" kami ini...
Sebetulnya masih ada PR buat kami, yaitu menyiapkan kamar for our little baby. Tapi banyak yang bilang utnuk yang satu ini sebaiknya setelah 7bulan, jadi 2 bulan lagi kami baru bisa beres2 kamar itu yang rencananya disamping kamar kami. jadi ingat kamar itu dulu kamar saya, sedangkan kamar kami sekarang adalah kamar orangtua saya. diantara kamar kami ada satu pintu penghubung dimana hanya bisa dikunci dari kamar orangtua saya (alias kamar kami sekarang). Katanya sih karena dulu kalau saya lagi ngambek atau sedih saya biasa mengunci kamar dan tertidur sampai malam hari. Jadi karena takut kenapa-napa jadinya dibuat pintu itu dan sengaja nggak dibuat kunci dari kamar saya dulu.
Dan lucunya sekarang kami justru mempersiapkan kamar saya dulu utnuk menjadi kamar anak kami nantinya...Hmm posisi saya sudah terbalik sekarang. Tidak sabar jadinya menanti 2 bulan lagi, sekarang sih dah kebayang gimana enaknya lay outnya. Dah kebayang dimana posisi spring bed saya dulu yang bisa digunakan siapa aja yang mau tidur dengan anak kami nanti, dimana letak kasur ayunan buat anak kami nanti...Huuuu sabar-sabar sebentar lagiiii.....(hihihi)
Rabu, 20 Januari 2010
i live without internet (hiks)
huuuuaaaaa.....
benar kata orang internet itu candu... Itu juga yang saya rasakan akhir-akhir ini. Sialnya ketika dihadapkan internet sedang nggak bisa dijalankan, hidup mulai ada yang hilang..
Jadi, internet kantor lagi nggak bisa digunain, katanya orang IT sih modemnya rusak harus diganti cuma karena kantor saya agak ribet dalam proses pengajuan penggantian jadinya harus bersabar sampai modem itu diganti dnegan yang baru. Sedangkan hp SMART yang biasa saya gunakan belum sempat saya isi pulsanya (alias mau ngirit dulu sampe akhir bulan, jadi awal bulan aja ngisi pulsanya, qiqiqi...)
Kalau dulu ada hp matrix yang biasa online 24 jam, tapi sialnya hp saya itu rusak nggak bisa nyala... Yasudah terpaksa deh menyerah dengan keadaan hidup tanpa internet untuk sementara waktu....
Thanks God sampai akhir minggu ini liputan saya sedang full... Paling tidak saya bisa bebas dari rasa kesal di kantor nggak bisa nge-net... So, selamat tinggal online untuk sementara waktu.. mudah-mudahan minggu depan hidup saya kembali normal...(qiqiqi, doa macam apa ini?)
*writed in the morning at Palomo's apartment (alias numpang nge-net)
benar kata orang internet itu candu... Itu juga yang saya rasakan akhir-akhir ini. Sialnya ketika dihadapkan internet sedang nggak bisa dijalankan, hidup mulai ada yang hilang..
Jadi, internet kantor lagi nggak bisa digunain, katanya orang IT sih modemnya rusak harus diganti cuma karena kantor saya agak ribet dalam proses pengajuan penggantian jadinya harus bersabar sampai modem itu diganti dnegan yang baru. Sedangkan hp SMART yang biasa saya gunakan belum sempat saya isi pulsanya (alias mau ngirit dulu sampe akhir bulan, jadi awal bulan aja ngisi pulsanya, qiqiqi...)
Kalau dulu ada hp matrix yang biasa online 24 jam, tapi sialnya hp saya itu rusak nggak bisa nyala... Yasudah terpaksa deh menyerah dengan keadaan hidup tanpa internet untuk sementara waktu....
Thanks God sampai akhir minggu ini liputan saya sedang full... Paling tidak saya bisa bebas dari rasa kesal di kantor nggak bisa nge-net... So, selamat tinggal online untuk sementara waktu.. mudah-mudahan minggu depan hidup saya kembali normal...(qiqiqi, doa macam apa ini?)
*writed in the morning at Palomo's apartment (alias numpang nge-net)
Minggu, 17 Januari 2010
Dikontrak lagiiii?????
Seminggu yang lalu saya dipanggil HRD..
Yup setelah setengah tahun digantung status saya di majalah ini akhirnya kantor minta kejelasan apakah ingin melanjutkan kontrak atau tidak...
Dilema...
Saat menuju ruangan HRD sempat bingung langkah apa yang harus saya ambil...Dan benar saja, ketika melihat draft kontrak yang harus ditandatangani, saya dikontrak lagi...pastinya pertanyaan kalian, "Apa, dikontrak lagi?????" kalau kalian bingung, apalagi saya yang menjalani....hmmm tapi beginilah yang terjadi jika kalian bekerja di majalah dimana saya bekerja saat ini..padahal Maret ini 4 tahun sudah saya bekerja disini, dan untuk kesekian kalinya saya harus menerima bersedia dikontrak lagi atau tidak...
Baiklah, saya pun mengambil keputusan untuk MENERIMA..!!!!
Meski berat, tapi apa boleh buat itu satu2nya jalan yang harus saya ambil...secara kondisi saya sekarang sedang hamil 4,5 bulan... ingin keluar dan melamar di perusahaan lain pasti tidak ada perusahaan yang ingin merekruit saya..sebetulnya masalah dikontrak lagi bukan masalah yang paling utama tapi kenyataan ternyata selama 3 bulan nanti saya cuti hamil saya tidak akan mendapat gaji sepersen pun...hmmm sangat mengecewakan, 4 tahun ini saya tidak dianggap, bahkan perusahaan yang notabene mengangkat isu-isu wanita justru tidak menghargai hak wanita yang melahirkan...
Tapi karena ingat ada bayi yang tidak bersalah di dalam perut ini jika saya marah2, maka saya menerima kenyataan pahit ini.. "saya terima dikontrak kembali dengan tanpa gaji ketika cuti melahirkan nanti" -bodohnya saya!-
Yah paling tidak kontrak saya sudah berjalan setengah tahun, dan akan habis masa kontraknya 12 September nanti (which is saya sudah melahirkan)... entah apakah saya akan melanjutkankontrak ini lagi atau ini justru kontrak terakhir saya di majalah ini...???
Sepertinya harus mulai memikirkan jalan apa yang saya ambil setelah bulan september ini...enaknya bisnis apa ya???hayi nina berpikiiiiiiirrrrrr.....(any idea guys..)
Yup setelah setengah tahun digantung status saya di majalah ini akhirnya kantor minta kejelasan apakah ingin melanjutkan kontrak atau tidak...
Dilema...
Saat menuju ruangan HRD sempat bingung langkah apa yang harus saya ambil...Dan benar saja, ketika melihat draft kontrak yang harus ditandatangani, saya dikontrak lagi...pastinya pertanyaan kalian, "Apa, dikontrak lagi?????" kalau kalian bingung, apalagi saya yang menjalani....hmmm tapi beginilah yang terjadi jika kalian bekerja di majalah dimana saya bekerja saat ini..padahal Maret ini 4 tahun sudah saya bekerja disini, dan untuk kesekian kalinya saya harus menerima bersedia dikontrak lagi atau tidak...
Baiklah, saya pun mengambil keputusan untuk MENERIMA..!!!!
Meski berat, tapi apa boleh buat itu satu2nya jalan yang harus saya ambil...secara kondisi saya sekarang sedang hamil 4,5 bulan... ingin keluar dan melamar di perusahaan lain pasti tidak ada perusahaan yang ingin merekruit saya..sebetulnya masalah dikontrak lagi bukan masalah yang paling utama tapi kenyataan ternyata selama 3 bulan nanti saya cuti hamil saya tidak akan mendapat gaji sepersen pun...hmmm sangat mengecewakan, 4 tahun ini saya tidak dianggap, bahkan perusahaan yang notabene mengangkat isu-isu wanita justru tidak menghargai hak wanita yang melahirkan...
Tapi karena ingat ada bayi yang tidak bersalah di dalam perut ini jika saya marah2, maka saya menerima kenyataan pahit ini.. "saya terima dikontrak kembali dengan tanpa gaji ketika cuti melahirkan nanti" -bodohnya saya!-
Yah paling tidak kontrak saya sudah berjalan setengah tahun, dan akan habis masa kontraknya 12 September nanti (which is saya sudah melahirkan)... entah apakah saya akan melanjutkankontrak ini lagi atau ini justru kontrak terakhir saya di majalah ini...???
Sepertinya harus mulai memikirkan jalan apa yang saya ambil setelah bulan september ini...enaknya bisnis apa ya???hayi nina berpikiiiiiiirrrrrr.....(any idea guys..)
2 years ago...
(Arsip note facebook 12 April 2009)
Dua tahun sudah ia pergi meninggalkan kami selamanya…
Meninggalkan cerita bahagia yang akan selalu kami kenang….
Kenangan indah yang tak akan mungkin bisa kami lupakan…
Senyuman, tawa-canda yang selalu menghiasi rumah kita bersama…
Miss u much pa…
Sedih kau tak bisa hadir di hari bersejarahku nanti..
Tapi ku yakin restumu selalu menyertai kami..
Mengiringi langkah kami selalu…
Thanks..
(in memories New Year of 2009)
Thanks alot guys..
Jasri sangat terharu melihat perhatian dari teman2, karena sebetulnya kalian belum mengenal Ibu..Ini sangat berarti untuk kami yang ditinggalkan, khususnya Jasri...
Kondisi ini memang sangat membuat kita "jatuh", karena untuk sekian kalinya kami harus menerima kenyataan kehilangan orangtua… Ternyata beliau harus "pergi" sebelum hari besar kami dijalankan...
Apalagi disaat banyak orang di seluruh dunia sedang berbahagia mempersiapkan malam tahun baru, kami justru dalam perjalanan mengantar beliau ke "rumah" terakhirnya disamping suaminya tercinta yang sudah duluan "pergi" setahun sebelumnya...
Semua usaha pengobatan sudah kami lakukan semaksimal mungkin, dan memang ada "Yang Maha Kuasa" di dunia ini...
Yup kini orangtua kami tinggal satu, yaitu mamaku... Tapi mereka yang sudah “pergi” (Papa, Bapak, Ibu) tetap ada di hati kami… Always...
Loving your parents as you can do guys..Karena rasanya seperti dunia mau runtuh ketika kita "ditinggalkan"...
But it’s life….
You never know what happens tomorrow…
Happy New Year… Hope this year and the next we get more happiness and no more crying… *_*
Thanks alot guys..
Jasri sangat terharu melihat perhatian dari teman2, karena sebetulnya kalian belum mengenal Ibu..Ini sangat berarti untuk kami yang ditinggalkan, khususnya Jasri...
Kondisi ini memang sangat membuat kita "jatuh", karena untuk sekian kalinya kami harus menerima kenyataan kehilangan orangtua… Ternyata beliau harus "pergi" sebelum hari besar kami dijalankan...
Apalagi disaat banyak orang di seluruh dunia sedang berbahagia mempersiapkan malam tahun baru, kami justru dalam perjalanan mengantar beliau ke "rumah" terakhirnya disamping suaminya tercinta yang sudah duluan "pergi" setahun sebelumnya...
Semua usaha pengobatan sudah kami lakukan semaksimal mungkin, dan memang ada "Yang Maha Kuasa" di dunia ini...
Yup kini orangtua kami tinggal satu, yaitu mamaku... Tapi mereka yang sudah “pergi” (Papa, Bapak, Ibu) tetap ada di hati kami… Always...
Loving your parents as you can do guys..Karena rasanya seperti dunia mau runtuh ketika kita "ditinggalkan"...
But it’s life….
You never know what happens tomorrow…
Happy New Year… Hope this year and the next we get more happiness and no more crying… *_*
Dia pergi
Hari ini dia pergi
Tuhan kembali mengambil orang yang kami sayangi
Dada ini kembali sesak
Mata ini kembali menangis
Perjuangan kami harus berhenti disini
Aku tahu Tuhan yang lebih tahu mana yang terbaik
Tapi aku tak bisa berhenti menangis
Dada ini sangat sesak
Tuhan
Jaga ibu kami..
Sampaikan salam sayang kami untuknya..
*Jakarta, 30 Desember 2008, pukul 15.56*
Tuhan kembali mengambil orang yang kami sayangi
Dada ini kembali sesak
Mata ini kembali menangis
Perjuangan kami harus berhenti disini
Aku tahu Tuhan yang lebih tahu mana yang terbaik
Tapi aku tak bisa berhenti menangis
Dada ini sangat sesak
Tuhan
Jaga ibu kami..
Sampaikan salam sayang kami untuknya..
*Jakarta, 30 Desember 2008, pukul 15.56*
Belajar Dari Seorang Ibu Yang Sakit
(lagi-lagi dari multiply kacrut itu)
-Jan '09-
Waktu menjaga alm. ibu kekasih saya (sebelum beliau meninggal), saya sempat berbincang-bincang dengan seorang ibu muda yang dirawat tepat disamping Ibu. Berhubung malam itu tidak ada yang menjaganya, saya sempatkan untuk berbincang-bincang dengan sejenak. Kebetulan keluarga kekasih saya sedang berbicara dengan Ibu, jadi saya memberi kesempatan mereka yang baru saja datang menjenguk.
Awal bincang-bincang kami terasa basa-basi saja, dari bertanya sakit apa, kok sendiri saja, sejak kapan dirawat, kira-kira pulang kapan? ternyata pembahasan kami tidak sampai itu saja, bincang-bincang dengannya mulai mengasikkan. mungkin karena seperti si Ibu orang Betawi yang memang terkenal dengan ceplas-ceplosnya.
Perbincangan kami sedikit terhenti ketika ada suster yang memberikan obat untuk ia minum. Si Ibu menerima dengan muka musam, "Huh, minum obat terus, sampe bolod rasanya gara-gara kebanyakan minum obat," ujarnya,
Melihat mukanya saya langsung ingin menyemangatinya, "Kalau nggak mau minum obat ya harus sembuh dong Bu, makanya semangat biar cepat sembuh," paparku. Saya bantu mengambilkan air minum dan merobek bungkus obatnya, setelah dihitung jumlahnya ada 8 obat. Ya, penyakit asma kronis dan penyempitan pembuluh darah membuatnya dirawat di RS ini.
Si Ibu sempat berkata sendiri, yang tentunya saya bisa mendengar ucapannya, "Nggak tau mana yang obat asma, mana yang obat jantung."
Kebetulan saya sudah sangat terbiasa dengan obat-obatan untuk penyakit jantung yang pernah diidap alm Papa saya dan juga saya dulu pengidap asma juga. Jadi saya bisa langsung menunjukkan mana yang obat jantung dan yang mana obat asma. Agak kaget waktu si Ibu meminum semua obat sekaligus, karena setahu saya ada satu obat jantung yang sangat familiar yang biasanya Ayah saya minum dengan cara ditaruh di bawah lidahnya. padahal saya sempat bilang, "obat yang ini ditaruh di bawah lidah kan Bu?"
Tapi akhirnya saya hanya bisa terdiam, karena semua obat tetap saja diminum Ibu dengan cara ditelan seluruhnya.
Setelah perbincangan kembali berlanjut, kali ini si Ibu share tentang kondisi keluarganya. Menurutnya ia bisa sakit seperti ini karena makan hati punya suami yang lebih muda 7 tahun darinya, aneh menurutku.
"Saya ini makan hati mulu mbak punya laki muda banget, berasa punya satu bayi lagi yang harus diemong.Udah saya penyakitan gini, yang ada dia masih gagah sayanya usah kayak nenek-nenek," curhat si Ibu yang kalau dilihat wajahnya sudah hampir 40 tahun.
"Saya pernah bilang ke anak saya yang paling bontot, 'De, kalau mama nanti mati jangan sedih ya, nanti kan ada mama tiri yang baik. Ade bakal diajak jalan-jalan.' Eh kemaren waktu saya lagi nyesek, tiba-tiba anak saya ngomong, 'Mama kapan matinya? Kan Ade mau jalan-jalan sama mama tiri.' Sedih banget mbak, habis itu saya langsung parah dibawa ke RS deh."
Hehehe kalau inget cerita ini jadi mau ketawa...
-Jan '09-
Waktu menjaga alm. ibu kekasih saya (sebelum beliau meninggal), saya sempat berbincang-bincang dengan seorang ibu muda yang dirawat tepat disamping Ibu. Berhubung malam itu tidak ada yang menjaganya, saya sempatkan untuk berbincang-bincang dengan sejenak. Kebetulan keluarga kekasih saya sedang berbicara dengan Ibu, jadi saya memberi kesempatan mereka yang baru saja datang menjenguk.
Awal bincang-bincang kami terasa basa-basi saja, dari bertanya sakit apa, kok sendiri saja, sejak kapan dirawat, kira-kira pulang kapan? ternyata pembahasan kami tidak sampai itu saja, bincang-bincang dengannya mulai mengasikkan. mungkin karena seperti si Ibu orang Betawi yang memang terkenal dengan ceplas-ceplosnya.
Perbincangan kami sedikit terhenti ketika ada suster yang memberikan obat untuk ia minum. Si Ibu menerima dengan muka musam, "Huh, minum obat terus, sampe bolod rasanya gara-gara kebanyakan minum obat," ujarnya,
Melihat mukanya saya langsung ingin menyemangatinya, "Kalau nggak mau minum obat ya harus sembuh dong Bu, makanya semangat biar cepat sembuh," paparku. Saya bantu mengambilkan air minum dan merobek bungkus obatnya, setelah dihitung jumlahnya ada 8 obat. Ya, penyakit asma kronis dan penyempitan pembuluh darah membuatnya dirawat di RS ini.
Si Ibu sempat berkata sendiri, yang tentunya saya bisa mendengar ucapannya, "Nggak tau mana yang obat asma, mana yang obat jantung."
Kebetulan saya sudah sangat terbiasa dengan obat-obatan untuk penyakit jantung yang pernah diidap alm Papa saya dan juga saya dulu pengidap asma juga. Jadi saya bisa langsung menunjukkan mana yang obat jantung dan yang mana obat asma. Agak kaget waktu si Ibu meminum semua obat sekaligus, karena setahu saya ada satu obat jantung yang sangat familiar yang biasanya Ayah saya minum dengan cara ditaruh di bawah lidahnya. padahal saya sempat bilang, "obat yang ini ditaruh di bawah lidah kan Bu?"
Tapi akhirnya saya hanya bisa terdiam, karena semua obat tetap saja diminum Ibu dengan cara ditelan seluruhnya.
Setelah perbincangan kembali berlanjut, kali ini si Ibu share tentang kondisi keluarganya. Menurutnya ia bisa sakit seperti ini karena makan hati punya suami yang lebih muda 7 tahun darinya, aneh menurutku.
"Saya ini makan hati mulu mbak punya laki muda banget, berasa punya satu bayi lagi yang harus diemong.Udah saya penyakitan gini, yang ada dia masih gagah sayanya usah kayak nenek-nenek," curhat si Ibu yang kalau dilihat wajahnya sudah hampir 40 tahun.
"Saya pernah bilang ke anak saya yang paling bontot, 'De, kalau mama nanti mati jangan sedih ya, nanti kan ada mama tiri yang baik. Ade bakal diajak jalan-jalan.' Eh kemaren waktu saya lagi nyesek, tiba-tiba anak saya ngomong, 'Mama kapan matinya? Kan Ade mau jalan-jalan sama mama tiri.' Sedih banget mbak, habis itu saya langsung parah dibawa ke RS deh."
Hehehe kalau inget cerita ini jadi mau ketawa...
We love them so much
(from my multiply yang menyebalkan nggak bisa dibuka)
-akhir Dec '08-
RIP..Ibu (now)
Pagi ini menjelang saya berangkat ke kantor tiba-tiba kekasih saya menelpon, memberitahukan kalau ia tidak bisa jemput dan rencana kami hari ini gagal karena ibunya masuk rumah sakit. Entah kenapa beberapa tahun ini rasanya kami sudah terbiasa dengan berita seperti ini, tapi tetap saja rasa panik menyelinap di hati kami. Ya, 2 tahun terakahir ini kami memang sudah biasa membawa orangtua kami ke rumah sakit.
Dari Papa saya yang memang mulai intens ke rumah sakit sejak saya duduk di bangku sekolah tingkat atas (SMA). Penyempitan pembuluh darah di jantungnya mengharuskannya meminum obat dari dokter secara rutin. Dari awal sakit jantung sampai komplikasi ke magh, kista pada ginjal dan sampai akhinya Papa "diambil" tanggal 12 April 2007... Anehnya kita baru tahu di hari-hari terakhir kalau Papa saya terkena gagal ginjal, hmm sangat menyesal itupun kami ketahui karena obat yang diberikan dokter justru membuat Beliau tambah parah. kami sekeluarga langsung memaksa dokter untuk chek up keseluruhan dan 1 hari menjelang "pergi" kita baru tahu kalau Papa harus segera cuci darah dan transfusi darah sebelumnya. sayangnya Papa kami tidak mau mendapat transfusi darah jika bukan dari anak-anaknya (yaitu kami), keesokan paginya kami langsung ke PMI untuk transfusi darah. Dan sayangnya lagi untuk bisa ditransfusi darah butuh waktu sehari untuk disterilkan dulu.. huff ribet sekali. Dan mungkin sudah takdir, Papa "pergi" di pangkuan Mama tanpa kesakitan yang biasa kami lihat di televisi. sayangnya saya tidak berada disana karena masih di kantor. Padahal malam itu harusnya jatah saya yang menjaga Papa, tapi apa mau dikata, Tuhan berkehendak yang lain. esoknya kami mengantar Papa ke peristirahatan terakhir di kampung halamannya. Saya, keluarga dan kekasih ikut berangkat, hanya ini yang bisa kami lakukan untuk membayar hutang kami yaitu menikah selagi beliau masih ada.
Beberapa bulan selanjutnya, belum hilang sedih ini tiba-tiba ayah kekasih saya jatuh sakit. Ini benar-benar mengagetkan, karena sebetulnya yang sedang dalam pengobatan adalah ibu dari kekasih saya. tapi tiba-tiba Bapak kekasih saya merasa sakit di antara pipi dan telinga. Banyak dokter kami datangi yang memberi jawaban berbeda-beda dari sakit telinga, tumbuh daging di telinga, sakit gigi, dll. Sampai di bulan Agustus kami baru tahu kalau ternyata Bapak kami terkena tumor dan sudah mengenai tulang pipinya. Oh My God penyakit apa lagi ini, kami berusaha semaksimal mengobati sampai akhirnya awal bulan Ramadhan Bapak dirawat. Hanya sempat beberapa hari dirawat karena dokter sudah menyerah.. Kamipun membawa pulang, hanya sehari dirumah, esoknya Bapak sudah "pergi". Alhamdulillah malam sebelumnya seluruh keluarga berkumpul, dan besoknya (18 September 2007) keluarga kami berkumpul lagi tapi kali ini untuk mengantar Bapak "beristirahat" untuk selamanya. Huff another funeral...
Tidak beberapa lama Mama saya sakit di pergelangan tangan. Entah apa sakitnya, yang pasti sampai membuatnya tidak bisa menggerakkan tangan sebelah kanannya. Penyakit itu karena sejak Papa sakit mama selalu tidur menghadap ke kanan ke arah Papa saya tidur. Beberpa dokter menyebutnya frozen shoulder, urat terjepit, dll. Sampai sekarang kami masih berusaha mengobati Mama, meski sudah tidak terlalu sering sakit tapi terkadang kalau Mama lupa kelamaan tidur di sisi itu rasa sakit itu kembali datang.
Dan kini, Ibu dari kekasih saya masuk rumah sakit. Fiuhh... kami harus kembali berkutat dengan rumah sakit. Yup, seperti yang sudah saya jelaskan Ibu memang sudah sakit sebelum Bapak sakit. Whic is ini sudah sekitar 2 tahunan. Tekanan darahnya yang sangat tinggi (normalnya saja 170, apalagi jika sedang tinggi?) membuatnya sering nyesak, belum lagi magh. Oh my God... Menurut dokter seandainya Ibu tidak kurus pasti sudah stroke sejak dari dulu. Tapi meski tidak stroke penyakit darah tingginya menyerang pernafasan. Sering kali Ibu nyesak, hampir tiap malam Ibu tidak bisa tidur. Ibu sering mengeluh badannya sakit semua. Dan pagi ini kami terpaksa membawa orang yang kami sayangi ke RS, again?
Apa yang harus kami lakukan ya Allah untuk mengobati orang-orang yang kami sayangi?
Kami masih butuh mereka ya Allah... Bantu kami ya Alllah untuk menghadapi cobaan ini dengan lapang dada. Kami bersyukur Kau masih sayang kami, kami yakin semua cobaan yang Kau berikan ada jalan keluarnya. Berikan umur panjang bagi Mama dan Ibu kami Ya Allah, Papa dan Bapak kami sudah dalam "pelukanmu". Berikan kami kesempatan membahagiakan kedua ibu kandung kami... Amien...
-akhir Dec '08-
RIP..Ibu (now)
Pagi ini menjelang saya berangkat ke kantor tiba-tiba kekasih saya menelpon, memberitahukan kalau ia tidak bisa jemput dan rencana kami hari ini gagal karena ibunya masuk rumah sakit. Entah kenapa beberapa tahun ini rasanya kami sudah terbiasa dengan berita seperti ini, tapi tetap saja rasa panik menyelinap di hati kami. Ya, 2 tahun terakahir ini kami memang sudah biasa membawa orangtua kami ke rumah sakit.
Dari Papa saya yang memang mulai intens ke rumah sakit sejak saya duduk di bangku sekolah tingkat atas (SMA). Penyempitan pembuluh darah di jantungnya mengharuskannya meminum obat dari dokter secara rutin. Dari awal sakit jantung sampai komplikasi ke magh, kista pada ginjal dan sampai akhinya Papa "diambil" tanggal 12 April 2007... Anehnya kita baru tahu di hari-hari terakhir kalau Papa saya terkena gagal ginjal, hmm sangat menyesal itupun kami ketahui karena obat yang diberikan dokter justru membuat Beliau tambah parah. kami sekeluarga langsung memaksa dokter untuk chek up keseluruhan dan 1 hari menjelang "pergi" kita baru tahu kalau Papa harus segera cuci darah dan transfusi darah sebelumnya. sayangnya Papa kami tidak mau mendapat transfusi darah jika bukan dari anak-anaknya (yaitu kami), keesokan paginya kami langsung ke PMI untuk transfusi darah. Dan sayangnya lagi untuk bisa ditransfusi darah butuh waktu sehari untuk disterilkan dulu.. huff ribet sekali. Dan mungkin sudah takdir, Papa "pergi" di pangkuan Mama tanpa kesakitan yang biasa kami lihat di televisi. sayangnya saya tidak berada disana karena masih di kantor. Padahal malam itu harusnya jatah saya yang menjaga Papa, tapi apa mau dikata, Tuhan berkehendak yang lain. esoknya kami mengantar Papa ke peristirahatan terakhir di kampung halamannya. Saya, keluarga dan kekasih ikut berangkat, hanya ini yang bisa kami lakukan untuk membayar hutang kami yaitu menikah selagi beliau masih ada.
Beberapa bulan selanjutnya, belum hilang sedih ini tiba-tiba ayah kekasih saya jatuh sakit. Ini benar-benar mengagetkan, karena sebetulnya yang sedang dalam pengobatan adalah ibu dari kekasih saya. tapi tiba-tiba Bapak kekasih saya merasa sakit di antara pipi dan telinga. Banyak dokter kami datangi yang memberi jawaban berbeda-beda dari sakit telinga, tumbuh daging di telinga, sakit gigi, dll. Sampai di bulan Agustus kami baru tahu kalau ternyata Bapak kami terkena tumor dan sudah mengenai tulang pipinya. Oh My God penyakit apa lagi ini, kami berusaha semaksimal mengobati sampai akhirnya awal bulan Ramadhan Bapak dirawat. Hanya sempat beberapa hari dirawat karena dokter sudah menyerah.. Kamipun membawa pulang, hanya sehari dirumah, esoknya Bapak sudah "pergi". Alhamdulillah malam sebelumnya seluruh keluarga berkumpul, dan besoknya (18 September 2007) keluarga kami berkumpul lagi tapi kali ini untuk mengantar Bapak "beristirahat" untuk selamanya. Huff another funeral...
Tidak beberapa lama Mama saya sakit di pergelangan tangan. Entah apa sakitnya, yang pasti sampai membuatnya tidak bisa menggerakkan tangan sebelah kanannya. Penyakit itu karena sejak Papa sakit mama selalu tidur menghadap ke kanan ke arah Papa saya tidur. Beberpa dokter menyebutnya frozen shoulder, urat terjepit, dll. Sampai sekarang kami masih berusaha mengobati Mama, meski sudah tidak terlalu sering sakit tapi terkadang kalau Mama lupa kelamaan tidur di sisi itu rasa sakit itu kembali datang.
Dan kini, Ibu dari kekasih saya masuk rumah sakit. Fiuhh... kami harus kembali berkutat dengan rumah sakit. Yup, seperti yang sudah saya jelaskan Ibu memang sudah sakit sebelum Bapak sakit. Whic is ini sudah sekitar 2 tahunan. Tekanan darahnya yang sangat tinggi (normalnya saja 170, apalagi jika sedang tinggi?) membuatnya sering nyesak, belum lagi magh. Oh my God... Menurut dokter seandainya Ibu tidak kurus pasti sudah stroke sejak dari dulu. Tapi meski tidak stroke penyakit darah tingginya menyerang pernafasan. Sering kali Ibu nyesak, hampir tiap malam Ibu tidak bisa tidur. Ibu sering mengeluh badannya sakit semua. Dan pagi ini kami terpaksa membawa orang yang kami sayangi ke RS, again?
Apa yang harus kami lakukan ya Allah untuk mengobati orang-orang yang kami sayangi?
Kami masih butuh mereka ya Allah... Bantu kami ya Alllah untuk menghadapi cobaan ini dengan lapang dada. Kami bersyukur Kau masih sayang kami, kami yakin semua cobaan yang Kau berikan ada jalan keluarnya. Berikan umur panjang bagi Mama dan Ibu kami Ya Allah, Papa dan Bapak kami sudah dalam "pelukanmu". Berikan kami kesempatan membahagiakan kedua ibu kandung kami... Amien...
Senin, 11 Januari 2010
soon-to be- a mother
Yeah masuk tahun baru 2010 ini, alhamdulillah kehamilan saya sudah masuk ke trisemester ke dua alias sudah masuk 4 bulan...Hmm trisemester pertama sepertinya tidak akan terlupakan dimana mau pagi-siang-sore selalu mual..Nggak bisa makan nasi dan air putih..And thanks God bulan ini berhasil naik 1kg..Fiuuuhhh setelah beberapa bulan ini selalu turun berat badan...
Before married : 52 kg
tekdung 1-1,5 bln : 55 kg
tekdung 1,5-2 bln : 54 kg
tekdung 2-3 bln : 51 kg
and now 4,5 bln : 52 kg
Dokter sih bilang harusnya minimal 55kg seperti awal kehamilan, tapi kok susah banget yaa...Huaaaaa sepertinya PR banget nih buat naikin berat badan..Doakan saya dan bayi ini sehat yaaa....
Before married : 52 kg
tekdung 1-1,5 bln : 55 kg
tekdung 1,5-2 bln : 54 kg
tekdung 2-3 bln : 51 kg
and now 4,5 bln : 52 kg
Dokter sih bilang harusnya minimal 55kg seperti awal kehamilan, tapi kok susah banget yaa...Huaaaaa sepertinya PR banget nih buat naikin berat badan..Doakan saya dan bayi ini sehat yaaa....
Langganan:
Postingan (Atom)

