Senin, 25 Januari 2010

Gotong Royong Bin Kerja Bakti

Entah kenapa akhir-akhir ini saya sering merasa begah kalau melihat yang nggak beres di sekitar saya... Terutama di rumah dan di kamar, kadang sehari saya bisa nyapu minimal 3 kali.

Dan puncaknya di weekend kemaren..Entah ini bawaan bayi, tapi saya memang merasa akhir-akhir tidak tahan melihat kamar saya yang rasanya sudah sumpek, apalagi dengan hiasan dinding yang semenjak menikah belum boleh dicopot Ibu saya..

Akhirnya dengan segala rayuan gombal dan penjelasan yang sejelas-jelasnya kalau saya sudah merasa sumpek di kamar akhirnya Sabtu kemaren saya memaksa pasangan saya untuk merubah tata letak kamar dan mecabut semua hiasan dinding. Tapi berhubung Ibu saya tetap memaksa hiasan dinding jangan dilepas semua sebelum bayi kami lahir, akhirnya kami berkompromi hiasan dindingnya dilepas namun tetap memasang hiasan bagian atas dindingnya. Toh setelah dipikir-pikir bagus juga, paling tidak kamar saya ada hiasan tapi yang tidak membuat begah.

Akhirnya sang calon Abi (begitulah rencananya pasangan saya akan dipanggil calon anak kami)dengan semangat 45 bin ngos-ngosan melepas hiasan atas, baru melepas hiasan dinding dilanjutkan memasang kembali hiasan atas dindingnya. Melihat kerja kerasnya saya semakin bangga memiliki suami yang sabar menerima keinginan istrinya yang sedang hamil ini. Lebih dari sejam pekerjaan melelahkan itu ia kerjakan, dengan sigap saya menyediakan es sirup yang dinginnya muantap buat pelepas dahaganya.

Eits jangan disangka saya hanya ongkang-ongkang kaki saja ketika suami bekerja keras. Justru pekerjaan saya sangat melelahkan (versi bumil ya). Jadi kalau si Abi beres rumah (dari nyabut hiasan dinding kamar, geser lemari dan meja rias, geser tempat TV)saya dapat tugas menyortir pakaian-pakaian lemari yang sekiranya minimal setengah tahun ke depan pasti masih belum bisa dipakai lagi (baca: kesempitan akibat tubuh yang membesar kaerna kehamilan dan kelahiran)dan amazingnya dari lemari berpintu 3 tersebut ternyata setelah disortir menghasilkan sepertiga lemari saya kosong (wah berarti sepertiga baju saya sudah harus dimuseumkan, wiiihhhh....)

Ternyata menyortir seluruh baju dan barang juga menghabiskan waktu yang nggak sedikit, paling tidak dari siang saya beres-beres baru menjelang isya selesai semuanya dan kita bisa santai tiduran di kamar kami yang "baru", hehehe... Untung kepikiran melakukan ini, paling tidak lumayan satu pintu lemari pakaian kami bisa dialokasikan untuk baju dan perlengkapan bayi kami nantinya. Lumayan bisa pending pengeluaran untuk beli lemari anak (meski pasti suatu saat akan beli juga sih..Tapi kan lumayan duitnya bisa buat yang lain dulu...yippieeee)

Malamnya saya dan pasangan saya merasa agak aneh tidur di kamar kami dengan settingan baru ini. Kalau kata si Abi, "Jadi kayak tidur di kamar orang". ya gimana nggak dulu di depan tempat tidur saya ada meja rias, posisi tv-dvd disamping tempat tidur, sekarang kamar jadi lebih luas, plus di depan tempat tidur ada tv-dvd yang membuat kami nggak harus merubah posisi tidur kalau mau nonton..Pokoknya saya suka banget dengan kamar "baru" kami ini...

Sebetulnya masih ada PR buat kami, yaitu menyiapkan kamar for our little baby. Tapi banyak yang bilang utnuk yang satu ini sebaiknya setelah 7bulan, jadi 2 bulan lagi kami baru bisa beres2 kamar itu yang rencananya disamping kamar kami. jadi ingat kamar itu dulu kamar saya, sedangkan kamar kami sekarang adalah kamar orangtua saya. diantara kamar kami ada satu pintu penghubung dimana hanya bisa dikunci dari kamar orangtua saya (alias kamar kami sekarang). Katanya sih karena dulu kalau saya lagi ngambek atau sedih saya biasa mengunci kamar dan tertidur sampai malam hari. Jadi karena takut kenapa-napa jadinya dibuat pintu itu dan sengaja nggak dibuat kunci dari kamar saya dulu.

Dan lucunya sekarang kami justru mempersiapkan kamar saya dulu utnuk menjadi kamar anak kami nantinya...Hmm posisi saya sudah terbalik sekarang. Tidak sabar jadinya menanti 2 bulan lagi, sekarang sih dah kebayang gimana enaknya lay outnya. Dah kebayang dimana posisi spring bed saya dulu yang bisa digunakan siapa aja yang mau tidur dengan anak kami nanti, dimana letak kasur ayunan buat anak kami nanti...Huuuu sabar-sabar sebentar lagiiii.....(hihihi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar