(from my multiply yang menyebalkan nggak bisa dibuka)
-akhir Dec '08-
RIP..Ibu (now)
Pagi ini menjelang saya berangkat ke kantor tiba-tiba kekasih saya menelpon, memberitahukan kalau ia tidak bisa jemput dan rencana kami hari ini gagal karena ibunya masuk rumah sakit. Entah kenapa beberapa tahun ini rasanya kami sudah terbiasa dengan berita seperti ini, tapi tetap saja rasa panik menyelinap di hati kami. Ya, 2 tahun terakahir ini kami memang sudah biasa membawa orangtua kami ke rumah sakit.
Dari Papa saya yang memang mulai intens ke rumah sakit sejak saya duduk di bangku sekolah tingkat atas (SMA). Penyempitan pembuluh darah di jantungnya mengharuskannya meminum obat dari dokter secara rutin. Dari awal sakit jantung sampai komplikasi ke magh, kista pada ginjal dan sampai akhinya Papa "diambil" tanggal 12 April 2007... Anehnya kita baru tahu di hari-hari terakhir kalau Papa saya terkena gagal ginjal, hmm sangat menyesal itupun kami ketahui karena obat yang diberikan dokter justru membuat Beliau tambah parah. kami sekeluarga langsung memaksa dokter untuk chek up keseluruhan dan 1 hari menjelang "pergi" kita baru tahu kalau Papa harus segera cuci darah dan transfusi darah sebelumnya. sayangnya Papa kami tidak mau mendapat transfusi darah jika bukan dari anak-anaknya (yaitu kami), keesokan paginya kami langsung ke PMI untuk transfusi darah. Dan sayangnya lagi untuk bisa ditransfusi darah butuh waktu sehari untuk disterilkan dulu.. huff ribet sekali. Dan mungkin sudah takdir, Papa "pergi" di pangkuan Mama tanpa kesakitan yang biasa kami lihat di televisi. sayangnya saya tidak berada disana karena masih di kantor. Padahal malam itu harusnya jatah saya yang menjaga Papa, tapi apa mau dikata, Tuhan berkehendak yang lain. esoknya kami mengantar Papa ke peristirahatan terakhir di kampung halamannya. Saya, keluarga dan kekasih ikut berangkat, hanya ini yang bisa kami lakukan untuk membayar hutang kami yaitu menikah selagi beliau masih ada.
Beberapa bulan selanjutnya, belum hilang sedih ini tiba-tiba ayah kekasih saya jatuh sakit. Ini benar-benar mengagetkan, karena sebetulnya yang sedang dalam pengobatan adalah ibu dari kekasih saya. tapi tiba-tiba Bapak kekasih saya merasa sakit di antara pipi dan telinga. Banyak dokter kami datangi yang memberi jawaban berbeda-beda dari sakit telinga, tumbuh daging di telinga, sakit gigi, dll. Sampai di bulan Agustus kami baru tahu kalau ternyata Bapak kami terkena tumor dan sudah mengenai tulang pipinya. Oh My God penyakit apa lagi ini, kami berusaha semaksimal mengobati sampai akhirnya awal bulan Ramadhan Bapak dirawat. Hanya sempat beberapa hari dirawat karena dokter sudah menyerah.. Kamipun membawa pulang, hanya sehari dirumah, esoknya Bapak sudah "pergi". Alhamdulillah malam sebelumnya seluruh keluarga berkumpul, dan besoknya (18 September 2007) keluarga kami berkumpul lagi tapi kali ini untuk mengantar Bapak "beristirahat" untuk selamanya. Huff another funeral...
Tidak beberapa lama Mama saya sakit di pergelangan tangan. Entah apa sakitnya, yang pasti sampai membuatnya tidak bisa menggerakkan tangan sebelah kanannya. Penyakit itu karena sejak Papa sakit mama selalu tidur menghadap ke kanan ke arah Papa saya tidur. Beberpa dokter menyebutnya frozen shoulder, urat terjepit, dll. Sampai sekarang kami masih berusaha mengobati Mama, meski sudah tidak terlalu sering sakit tapi terkadang kalau Mama lupa kelamaan tidur di sisi itu rasa sakit itu kembali datang.
Dan kini, Ibu dari kekasih saya masuk rumah sakit. Fiuhh... kami harus kembali berkutat dengan rumah sakit. Yup, seperti yang sudah saya jelaskan Ibu memang sudah sakit sebelum Bapak sakit. Whic is ini sudah sekitar 2 tahunan. Tekanan darahnya yang sangat tinggi (normalnya saja 170, apalagi jika sedang tinggi?) membuatnya sering nyesak, belum lagi magh. Oh my God... Menurut dokter seandainya Ibu tidak kurus pasti sudah stroke sejak dari dulu. Tapi meski tidak stroke penyakit darah tingginya menyerang pernafasan. Sering kali Ibu nyesak, hampir tiap malam Ibu tidak bisa tidur. Ibu sering mengeluh badannya sakit semua. Dan pagi ini kami terpaksa membawa orang yang kami sayangi ke RS, again?
Apa yang harus kami lakukan ya Allah untuk mengobati orang-orang yang kami sayangi?
Kami masih butuh mereka ya Allah... Bantu kami ya Alllah untuk menghadapi cobaan ini dengan lapang dada. Kami bersyukur Kau masih sayang kami, kami yakin semua cobaan yang Kau berikan ada jalan keluarnya. Berikan umur panjang bagi Mama dan Ibu kami Ya Allah, Papa dan Bapak kami sudah dalam "pelukanmu". Berikan kami kesempatan membahagiakan kedua ibu kandung kami... Amien...
Minggu, 17 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar